BMKG Ingatkan NTT Bakal Dilandai Kekeringan, Ini Kabupaten dan Kecamatannya

0
459
Ist. Info BMKG NTT

Goberita.id. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika stasiun Klimatologi kelas II Kupang mengeluarkan “Early Warning System” Sistem peringatannya dini memasuki perubahan musim di NTT. Saat ini, zona musim di Provinsi NTT sudah berada dalam periode musim kemarau berdasarkan Monitoring Awal Musim Kemarau update 10 Juli 2021. Diperkirakan Provinsi NTT akan mengalami kekeringan pada beberapa kecamatan dalam kabupaten di NTT dengan status Awas, Siaga dan beberapa Kecamatan lainnya mengalami kondisi ekstrim dengan status Waspada.

Untuk diketahui, awal musim kemarau adalah berdasarkan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian. Dasarian adalah penilaian keadaan dalam rentang waktu setiap 10 hari. Peringatan Dini BMKG NTT ini dikeluarkan pada tanggal 13/07/2021 oleh kepala stasiun, Rahmatulloh Adji.

Menjelaskan peringatan dini BMKG NTT ini, Hamdan Nurdin, Climate Forecaster BMKG Wilayah NTT (15/07) hari ini melalui pesan Whatsappnya mengatakan dari data yang ada menurut Hamdan, Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga update 10 Juli 2021 menunjukkan bahwa di beberapa wilayah NTT mengalami HTH dengan kategori Panjang 21- 30 hari hingga ekstrem panjang sampai 60 hari. Prakiraan peluang curah hujan menunjukkan bahwa beberapa wilayah diperkirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah kurang dari 20 mm/dasarian dengan peluang curah hujan rendah mencapai 71-100 %. Dari hal itu, Kondisi di atas memenuhi syarat untuk BMKG mengeluarkan peringatan dini.

Berikut Kecamatan dalam kabupaten/kota yang diperkirakan HTH lebih besar dari 21 hari dan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian II dan III dalam bulan Juli 2021, curah hujan rendah hingga 70% dengan status AWAS.

Kabupaten Belu (Kakuluk Mesak), Alor (Pureman), Flores Timur (Ile boleng dan Kelubagolit) Kota Kupang (Maulafa) Lembata (Lebatukan) Manggarai Timur (Elar Selatan) Rote Ndao (Rote Timur), Sumba Tengah (Klatiku Tanah Selata) Sumba Timur (Kambera dan Ngadu Ngala)

Baca Juga:  Ansy Lema : NTT itu Nelayan,Tani, Ternak

HTH lebih besar dari 31 hari dan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian II dan III bulan Juli 2021, curah hujan rendah hingga 70% dengan Status SIAGA yaitu, Kabupaten Alor (Alor Barat Daya, Kabola dan Mataru), Flores Timur (Adonara, Wotan Ulumandu dan Wulanggitang), Kabupaten Kupang (Fatuleu Barat, Semau dan Sulamu), Kota Kupang (Kelapa Lima), Lembata (Nubatukan), Nagekeo (Wolowae), Ngada (Bajawa Utara), Rote Ndao (Landu Teko, Lobalain, Pantai Baru dan Rote Tengah), Sabu Raijua (Sabu Tengah), Sikka (Bola, Kangae, Kewapante, Nita dan Palue), Sumba Timur (Paberiwai, Mahu dan Tabundung).

HTH lebih besar dari 61 hari dan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian II dan III bulan Juli 2021, curah hujan rendah hingga 70% dengan Status WASPADA yaitu, Kabupaten Belu (Atambua Selatan), Flores Timur (Adonara Barat, Adonara Tengah dan Adonara Timur), Kabupaten Kupang ( Amabi Oefeto Timur, Fatuleu, Kupang Barat, Semau Selatan dan Taebenu), Kota Kupang (Alak, Kota Lama, Kota Raja dan Oebabo), Lembata (Atadei, Buyasuri, Nagawutung, Omesuri dan Wulandoni), Manggarai Barat (Komodo), Manggarai Timur (Kota Komba) Ngada (Aimere), Rote Ndao (Ndao Nuse, Rote Barat, Rote Barat Daya dan Rote Barat Laut), Sabu (Hawu Mehara, Raijua, Sabu Barat, Sabu Liae dan Sabu Timur), Sikka (Alok, Alok Timur, Doreng, Hewokloang, Mapitara, Talibura, Waiblama dan Waigete), Sumba Tengah (Mamboro), Sumba Timur (Haharu, Kahunga Eti, Kambata Mapambuhang, Kanatang, Katala Hamu Lingu, Kota Waingapu, Lewa, Lewa Tidahu, Matawai La Pawu, Nggaha Ori Angu, Pahunga Lodu, Pandawai, Rindi, Umalulu dan Wulla Waijelu).

Hamdan menambahkan bahwa untuk daerah-daerah dengan status peringatan dini kekeringan meteorologis tersebut perlu melakukan Langkah antisipasi diantaranya Budidaya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air, Waspada kebakaran hutan, lahan,semak dan Hemat penggunaan air bersih. YP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here