Angka Pasien Covid di Belu Cenderung Menurun Tetap Waspadai Fenomena Gunung Es

309
Ilustrasi Virus Corona.

Goberita.id. Grafik angka kasus Covid di Belu menunjukan kecendrungan menurun. Sebabnya, walau ada penambahan warga terkonfirmasi covid per hari, pasien yang sembuh juga relatif banyak. Namun demikian, angka kasus Covid di Belu sangat Fluktuatif. Berkisar dari awal Juni 2021 pekerja buruh bangunan Universitas Kemenhan di Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, dalam sehari 30 orang terpapar Covid menjadi pemicu awal lonjakan Covid di Belu. Per 27 Juni 2021, angka pasien mencapai 95 orang dan sejak itu terjadi penambahan sampai 20an orang perhari. Jumlahnya terus berada di angka 100an dan mencapai puncaknya dengan jumlah kasus 207 orang per 14 Juli 2021.

Angka ini mulai mengkuatirkan, pasalnya berangkat dari beberapa teori epidiemologi tentang “Iceberg Phenomenon” atau fenomena gunung es Virus maka 207 orang bisa mewakili beberapa kali lipat jumlahnya. Masih ingat dalam sehari setelah liburan lebaran pertengahan Mei lalu kasus covid di Indonesia meningkat di jumlah 5000 orang. Sampai (16/06) jumlah terkonfirmasi 9000 orang dan pada (17/06) angka covid mencapai 12 ribu orang yang terkonfirmasi dalam sehari.

Baca Juga:  Update Data Covid Belu Terbaru, Jumlah Pasien Sembuh Bertambah

Data Covid Belu kalau dilihat dari statistik dari beberapa hari terakhir memang menurun tetapi fluktuatif atau turun naik. Sebelumnya jumad 12 juli jumlah pasien covid 205 orang, Sabtu 13 juli turun menjadi 192 orang, pada hari minggu bertambah kembali menjadi 198 orang. Rilis data satgas Covid Belu per senin 19 Juli 2021, terdapat 176 orang pasien covid sebab kemarin terdapat penambahan 17 warga terkonfirmasi positif, yang sembuh 39 orang, menjalani perawatan di Rumah Sakit 17 orang sedang lainnya melakukan isolasi mandiri sedangkan dalam bulan Juli 2021 ini 7 pasien covid meninggal dunia.

Baca Juga:  Harga Tomat Dan Lombok Petani Belu NTT Anjlok

Berita baik penurunan angka covid di Belu sebaiknya tidak mengurangi kewaspadaan kita terhadap transmisi lokal yang tak terpantau. Berpijak pada fenomena gunung es virus yang telah disampaikan beberapa ahli. Pada kasus penambahan pasien sehari saja 12 ribu orang Indonesia per 17/06/2021, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane, dikutip dari Kumparannews mengatakan kondisi peningkatan kasus corona sudah diingatkan sejak lama. Masdalina menilai penambahan kasus harian yang mencapai 12 ribu pasien menunjukan bahwa transmisi corona dibawah (transmisi lokal) masih terus terjadi.

Kondisi ini bisa saja sedang terjadi di daerah-daerah termasuk Belu. Angka kasus covid yang terlihat kecil tetapi daya tular melalui pelaku perjalanan beresiko, keberadaan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan kontak erat cukup besar jumlahnya dan terus terjadi transmisi lokal tanpa terasa.Dengan kelengahan Pemerintah dan interaksi sosial masyarakat bisa memicu lonjakan kasus seperti pasca lebaran di Indonesia.

Baca Juga:  Hasil Pemeriksaan PCR, 29 Atlit PON Papua Positif Covid 19

Upaya melepaskan diri dari virus menakutkan dan mematikan ini maka wajib adanya kesadaran bersama. Selain berharap pada Pemerintah melalui kebijakan, percepatan program vaksinasi, membenahi fasilitas kesehatan dan tenaga medis, Masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas atau yang dikenal dengan sebutan 5M. Hanya dengan cara-cara ini rantai penularan Covid bisa diputuskan.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments