Kado Indah HUT RI ke 76 di Perbatasan RI-RDTL, AT-AHS Luncurkan Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat Belu

234
Bupati Belu, Agus Taolin dan Wabup Aloysius Haleserens, didampingi Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, Wakil Ketua II DPRD Belu (Ketua DPD Golkar), Kepala BPJS dan Forkompinda saat membunyikan sirene sebagai tanda pencanangan program berobat gratis dengan KTP bagi masyarakat Belu.

Goberita.id. Tepuk tangan meriah menyambut peluncuran pengobatan gratis menggunakan KTP yang sebentar lagi dinikmati masyarakat Belu, Kota perbatasan RI-RDTL. Master Of Ceremony, Natalia Bisik, memberi aba-aba dengan hitungan mundur 5,4,3,2,1, sirene berbunyi panjang saat ditekan Bupati Belu, Agus Taolin (AT), didampingi Wabup Aloysius Haleserens (AHS), Yang Mulia Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, Kepala BPJS Cabang Atambua, Munaqib, dan Forkompimda yang hadir. Momentum ini bersejarah di era kepempinan AT-AHS sekaligus kado indah bagi masyarakat Belu di HUT Kemerdekaan RI yang ke 76.

Kegiatan Pencanangan dalam rangka realisasi komitmen politik dan Visi-Misi AT-AHS ini dilaksanakan di Puskesmas Haliwen, Desa Kabuna (26/07) hari ini. Selain Forkompimda, pimpinan OPD juga hadir utusan dari 17 Puskesmas Kota dan Rumah Sakit yang ada.

Disebutkan kado HUT RI pasalnya dengan pencanangan pelayan kesehatan gratis gunakan KTP ini sejak 1 Agustus 2021, masyarakat sudah bisa boleh berobat gratis di setiap tempat layanan kesehatan. Yang menakjubkan lagi, warga belu bisa mendapatkan layanan kesehatan atau dirujuk ke seantero wilayah RI dengan hanya menunjukan Identitas diri yakni KTP, Kartu Keluarga dan surat keterangan identitas dari Pemerintah setempat apabila belum memiliki dokumen diri seperti yang disebutkan.

Dalam sambutannya, Bupati Taolin menganalogikan waktu kepemimpinan bersama AHS kurun waktu 90 hari ibarat seorang bayi yang lagi digemasi dan masih mendapat ASI eksklusif. Sebabnya pemerintahan di usianya ini meluncurkan program yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat dililit kesulitan ekonomi akibat pandemi dan waktu pencanangan lebih cepat dari normalnya janji dan realisasi politik yang lazimnya 100 hari kerja.

Baca Juga:  Bupati Belu Apresiasi Kerja DPRD Pantau Posko Covid

Taolin lalu menjelaskan penting dan manfaat kesehatan gratis yang mendorong pemerintahannya mencanangkan program ini.

” Kesehatan merupakan urusan wajib Pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam UU nomor 23 tahun 2014 pasal 12. Kita juga hari-hari ini disibukan, dari pusat sampai daerah-daerah dari pandemi Covid 19 ini memberikan dampak yang luar biasa terhadap nyawa manusia, terhadap seluruh aspek kehidupan kita. Banyak sekali masyarakat kita yang terdampak ekonominya, banyak sekali yang tidak mampu mengakses sarana kesehatan dan membeli obat untuk mengobati penyakitnya. Data di BPJS yang kami catat bahwa pada hari ini ada 36.958 jiwa masyarakat kabupaten belu yang tidak memiliki BPJS dan dari 17.973 atau dari sekian banyaknya yang menunggak BPJS nya dan tidak sanggup membayar sehingga totalnya 54.973 masyarakat kabupaten belu yang tidak dapat mengakses fasilitas kesehatan disemua tingkatan apabila mereka sakit,” papar Taolin.

Lanjut Taolin, akibat ketidakmampuan mengakses layanan kesehatan tersebut masyarakat terpaksa menjual asetnya atau menghubungi pimpinan wilayah, Tokoh Masyarakat, Anggota DPRD untuk membantu mengurus bahkan lainnya harus merenggang nyawa di atas tempat tidur karena tidak mampu. Penjelasan Taolin ini menurutnya dari hasil berkeliling ke desa-desa dan menanyakan langsung kepada masyarakat. Mereka yang tidak mampu dan lagi sakit menyatakan kepada Bupati Taolin bahwa hanya pasrah dengan kondisinya karena keuangan keluarga yang sulit. Juga apabila kerumah sakit mereka kesulitan mengurus administrasi dan harus bolak-balik melengkapinya. Adapula kata Taolin, tidak mampu membeli obat yang nilainya ratusan ribu bahkan jutaan ribu rupiah.

Baca Juga:  BPJS Beri Piagam Penghargaan Kepada Pemda Belu di Upacara HUT RI Ke 76

” ini terjadi dihadapan kita, dihadapan pimpinan, Bupati, Wakil Bupati , DPRD, camat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat, bahkan sebahagian adalah saudara-saudara kita sendiri, ini tamparan keras bagi kita. Oleh karena itu sesuai dengan permendagri 77 tahun 2020 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah yang memberikan kewenangan kepada pemerintah Daerah untuk menetapkan kebijakan mengenai pengelolaan keuangan daerah, kami membuat kebijakan ini ” Jelas Taolin yang juga berlatar belakang dokter ini.

Pelepasan Balon Gas sebagai bagian dari tanda dimulai berjalannya proggram kesehatan gratis AT-AHS.
Jadi kebijakan pengobatan gratis gunakan KTP ini menurut Taolin mencakup aspek kewenangan dan keterdesakan di masa pandemi ini. Pemerintah dalam membuat kebijakan ini telah melalui telaan dan kata Taolin sebelum menjadi pemimpin di Belu pihaknya telah melakukan kajian-kajian. Telaan yang dimaksud Taolin, dilakukan Pemerintah bersama tim BPJS, dinas kesehatan dan pihak lain yang sudah memberikan masukan dan sharing pendapat untuk menelaah aturan dari pusat hingga daerah.

” kami mendapat masukan bahwa kami bekerja tidak sesuai aturan, terimakasih kami memberikan penghormatan atas masukan dan kritikannya, tetapi kami sudah menelaah aturan berdasarkan aturan yang berlaku dari pusat hingga daerah dan kami mengambil kebijakan dengan kewenangan yang kami miliki, kami berintregrasi dengan BPJS menuju Universal Health Coverage seperti yang sudah kami sampaikan dengan melakukan integrasi ke BPJS mencapai 98% dengan demikian otomatis 100% masyarakat belu dilayani dengan jaminan kesehatan BPJS, ” tandas Taolin.

Baca Juga:  Kejadian Tragis Kampanye Sahabat di Naitimu, Robert Bere Laka: Saya Duga Kuat Ada Perencanaan

Untuk anggaran kata Taolin telah termuat dalam Peraturan Bupati nomor 40 tahun 2020 tentang penjabaran APBD. Anggaran yang dimaksud sebesar 12 miliar rupiah dan akan dibahas bersama DPRD Belu pada perubahan anggaran nanti. Pengobatan gratis ini seperti disampaikan awal bahwa berlaku sejak 1 Agustus 2021.

” Silahkan berobat pakai KTP, kalau tidak punya KTP pakai Kartu Keluarga, yang tidak punya semuanya silahkan ke pemerintah setempat dan dinas kependudukan untuk mendapatkan NIK, oleh karena itu, sambil memanjaatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita diberikan kemudahan, ternyata jalan menuju perubahan ini tidak gampang dan kita masih berdiri tegak lurus disini, kepada seluruh masyarakat Belu kami mohon didukung, kami mohon dibantu melalui layanan hotline untuk memberi masukan dan kritikan, ” tutup Taolin. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments