Bupati Belu Keluarkan Instruksi PPKM Level Tiga, Pelaku UMKM dan Masyarakat Wajib Disimak!

394
Instruksi Bupati Belu PPKM Level Tiga.

Goberita.id. Dalam rangka merespon peningkatan kasus covid dan upaya pencegahannya Bupati Belu, Agus Taolin, mengeluarkan instruksi Bupati tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)level tiga. Instruksi bernomor: 360/BPBD/90/VII/2021 tersebut berisikan 12 point yang menjadi konsen Pemerintah dan diharapkan menjadi perhatian seluruh warga Belu secara umum juga pelaku UMKM serta pegiat olahraga. Status PPKM level tiga ini adalah berdasarkan status risiko wilayah berdasarkan edaran menteri. Untuk teknis penerapan PPKM level tiga akan melibatkan semua unsur dan sanksi yang terukur bagi yang melanggarnya.

Hal ini disampaikan Bupati Belu, Agus Taolin, saat dikonfirmasi hari ini (03/08). Selain menjelaskan mengapa dikeluarkan instruksi PPKM level tiga, Bupati taolin mengatakan bahwa Pemerintah tetap melakukan upaya lain dalam rangka pencegahan eskalasi covid di Belu.

Baca Juga:  Bupati Belu: Dibutuhkan Orang-Orang Yang Satu Irama dan Satu Frekuensi Dengan Pimpinan

” Kita sesuaikan dengan status risiko wilayah sesuai edaran kementrian, Pendekatan tetap penerapan 5 M sekarang 6 M (Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga Jarak Menghindari keramaian, Menghindari makan bersama, Mengurangi mobilitas) dan 3 T (Testing/pengecekan, Tracing/pelacakan dan Treatment/perawatan), Percepatan vaksinasi, Karantina terpusat dan terpadu,” jelas Taolin.

Adapun 12 point utama yang tertuang dalam instruksi Bupati Belu tersebut yaitu;
1) Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. 2) Pelaksanaan kegiatan Pemerintah non esensial diberlakukan 75% WFH. Pelaksanaan kegiatan esensial dapar berlaku 100%. 3) Pasar swalayan, tradisional, toko kelontong jam operasi sampai 17.00 wita dengan kapasitas pengunjung 25%. 4). Apotik dan toko obat dapat beroperasi 24 jam. 5) Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jalanan di lokasi umum dibatasi jam operasi sampai 17.00 wita tidak melayani makan ditempat. 6)Warung makan, dan cafe sekala kecil pada lokasi tersendiri boleh melayani makan ditempat dengan kapasitas 25% serta melaksanakan prokes dengan ketat. 7). Pelaksanaan Kegiatan Konstruksi
dapat beroperasi 1009% dengan
menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 8) Tempat Ibadah dapat melaksanakan kegiatan peribadatan berjamaah dengan pengaturan kapasitas maksimal 25%. 9) Fasilitas Umum dan tempat wisata ditutup sementara. 10) Kegiatan seni budaya dan sosial kemasyarakatan ditutup sementara.11) Kegiatan olahraga dilaksanakan sepanjang tidak melibatkan penonton dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 12) Tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat berkegiatan diluar rumah dan tidak diijinkan menggunakan faceshield tanpa menggunakan masker.

Baca Juga:  Normalisasi Sistem Pelayanan Air Minum, PDAM Belu Jajaki Kerja Sama Dengan Investor

Untuk pemberlakuan aturan diatas Bupati Taolin mengatakan akan melakukan pendekatan persuasif agar semua semua pihak tertib mengikuti point-point yang dimaksud dan dikenakan sanksi sesuai kondisi.

“Pendekatan persuasif melibatkan semua unsur, Sanksi diterapkan terukur sesuai situasi dan kondisi,” pungkas Taolin.

Kebijakan PPKM level 3 ini berlaku sejak 28 juli 2021 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.YP.

Comments

comments