Hari Kelima RSUD Atambua Layani Pasien Pakai KTP, Apa Saja Kendalanya?

780
Direktris RSUD Atambua, dr. Batsheba Ellen Corputty.

Goberita.id. RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua telah melayani pasien yang menjalani perawatan baik yang inap maupun yang rawat jalan dengan menggunakan KTP. Pelayanan ini adalah hari kelima dari pemberlakuan program pengobatan gratis sejak 1 Agustus 2021 di masa Pemerintahan Bupati Belu, Agus Taolin dan Wakil Bupati, Aloysius Haleserens. Namun demikian ada beberapa kendala yang membutuhkan pemahaman masyarakat dan kerjasama lintas sektor. Untuk menjawabi pelaksanaan program ini secara efektif, RSUD selalu membangun koordinasi dengan pihak terkait seperti BPJS dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) melalui grup Whatsapp.

Hal ini disampaikan Direktris RSUD Atambua, dr. Batsheba Ellen Corputty diruang kerjanya pagi ini, Kamis 05 Agustus 2021.

” Sampai saat ini yang rawat inap ada 11 orang, sedangkan yang rawat jalan sudah banyak, baik dari poli rawat jalan maupun IGD, ini yang sudah memiliki NIK,” Papar Ellen
nama akrabnya.

Baca Juga:  Ose Luan: Hargai Alo dan Para Pendukungnya Kita Semua Sahabat

Walau demikian ada beberapa kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program pengobatan gratis ini

” Kendala ada, masyarakat karena sudah tahu pengobatan gratis mereka langsung saja datang ke Rumah Sakit, sedangkan prosedurnya harus tetap seperti peserta yang memegang BPJS, KISS, yaitu harus lewat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas atau dokter keluarga dibuat rujukan baru ke Rumah Sakit, karena itu kita sudah komunikasikan dengan FKTP yang ada” Urai Ellen.

Kendala lainnya lagi kata Ellen,” Kartu tidak aktif karena premi untuk peserta-peserta mandiri yang ingin beralih berobat pakai KTP.”

Baca Juga:  IS Keluhkan Ijasah dan Pesangon Tak Kunjung Diberi Setelah di PHK dan Ini Penjelasan KSP Nasari Atambua

Namun pihak RS tetap memberikan pelayanan bagi pasien BPJS Mandiri yang kartunya tidak aktif.

” Untuk peserta BPJS mandiri yang beralih ke pengobatan pakai KTP, kita Foto datanya lalu kita kirim ke grup (Whatsapp) dan BPJS akan tindaklanjuti dengan pindah segmen, nanti ada respon lagi dari BPJS yaitu sudah diproses dan bisa dilayani , ” Jelas Ellen

Juga ditemukan kepesertaan ganda karena sebelumnya sudah dibiayai dan penangguhan peserta. Ellen mengatakan bahwa dengan adanya grup bersama tersebut memudahkan koordinasi dan setiap pihak langsung menindaklanjuti sesuai fungsinya.

” kemudian, ada peserta ganda, ada yang sudah dapat PBI (Penerima Bantuan Iuran) pusat yang dibiayai APBN dan saat ini pakai KTP, sama solusinya, kita foto identitasnya, BPJS tindaklanjuti. Ada yang penangguhan peserta, yaitu dia dulu sudah pergi mendaftar ke BPJS tetapi belum pergi membayar untuk peserta yang baru, jadi itu juga sama, kita foto kirim ke Grup, masing-masing yang terkait tindaklanjuti,” Tutup Ellen.

Baca Juga:  Puluhan Warga Maudemu Datangi Rumah MLL, Tanya Kepastian 7,5 Juta dan Bantuan Kelompok Tenun

Diberita sebelumnya, Kepemimpinan Bupati dan Wabup Belu ( Agus Taolin-Aloysius Haleserens) mencanangkan program pengobatan gratis pakai KTP pada 26 Juli 2021 di Puskesmas Haliwen. Program ini berlaku dan dapat dinikmati sejak tanggal 1 Agustus 2021 di semua Fasilitas Kesehatan. Salah satu keunggulan program ini adalah setiap warga Belu boleh berobat di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan KTP saja.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments