Pedoman Terbaru, Jenazah Pasien Covid Boleh Dimakamkan Disemua TPU

292
Ist. Sekda Pemprov NTT, Benediktus Polo Maing.

Goberita.id. Pemakaman Jenazah Pasien Covid yang dijalankan saat ini selain sesuai protokol covid, tempat pemakaman juga sesuai yang sudah ditentukan oleh Pemerintah. Hal baru adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) kali ini menerbitkan pedoman baru terkait penanganan jenazah pasien COVID-19. Dengan pedoman baru ini jenazah pasien covid dapat dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) lain diluar yang ditentukan Pemerintah. Pedoman yang dimaksud berdasarkan peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes).

Pedoman yang baru diterbitkan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Benediktus Polo Maing kepada wartawan, Senin 9 Agustus 2021.

Pada pedoman ini terdapat perubahan yang sangat signifikan terkait tata cara penanganan jenazah pasien COVID-19.

“Kita sudah terbitkan keputusan Gubernur, tentang pedoman penanganan jenazah pasien covid itu ada perubahan yang signifikan jika dibandingkan dengan cara-cara sebelumnya,” ujar Polo Maing dikutip dari NTTSATU.com.

Baca Juga:  Rilis Data Covid dan 15 Lubang Kubur Kosong Yang Digali Pemda Belu

Menurut Polo Maing, selama ini jenazah pasien covid dikeluarkan dari ruang pemulsaran jenazah harus sudah diisi dalam peti dan langsung dikuburkan oleh Satgas menggunakan APD lengkap di tempat penguburan yang telah disiapkan oleh pemerintah.

“Namun di kebijakan yang baru ini, penguburan jenazah pasien COVID, boleh dilakukan di semua Tempat Penguburan Umum (TPU) yang memenuhi syarat,” Papar Polo Maing.

Dalam pedoman terbaru kata Polo Maing, pemerintah juga memberi ruang untuk penguburan jenazah pasien COVID, jika dilakukan lintas kabupaten.

“Jadi kalau meninggal di Kupang dan mau kubur di TTS itu juga boleh. Karena, di Pergub dan pedoman yang kita keluarkan itu dibolehkan,” Katanya.

Baca Juga:  Hasil Pemeriksaan PCR, 29 Atlit PON Papua Positif Covid 19

Ketika tiba di lokasi tujuan, jenazah harus langsung dikuburkan. Protokol covid juga harus dijamin oleh Satgas Kabupaten/Kota bahwa penguburuan yang dilaksanakan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

“Jadi kalau ada yang mau dikuburkan di luar Kota Kupang, harus terlebih dahulu meminta rekomendasi dari pihak Satgas tempat tujuan dan mereka harus jamin bahwa prokesnya akan ditaati secara baik,” tegas Polo Maing.

Namun kata Polo Maing, pengangkutan jenazah tidak diijinkan menggunakan kendaraan umum. Harus menggunakan kendaraan sewa dan tidak lebih dari 24 jam.

Demikian juga bagi keluarga pasien yang meminta untuk jenazah pasien dikuburkan di rumah belum diizinkan karena dari sisi aturan tidak diperbolehkan.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Salurkan 10 Hand Traktor Bantuan Ansy Lema di Kecamatan Tasifeto Barat

Lanjutnya lagi, dalam pedoman baru Alat Pelindung Diri (APD) petugas jenazah adalah masker medis dan sarung tangan.

“Khusus bagi petugas dan orang yang hadir di situ, harus menggunakan masker medis dan sarung tangan. Tidak pakai APD lengkap lagi,” jelasnya.

Walau ada perubahan yang dalam pedoman terbaru yang lebih memudahkan dan menghindarkan pertikaian antara satgas covid dan keluarga terkait tempat pemakaman, Polo Maing menghimbau masyarakat agar wajib menaati semua protokol kesehatan yang berlaku dengan ketat. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments