RDP Terkait Tebang Pohon Jati Oleh Charles Mapi Cs Yang Dilaporkan Suku Kaku Tudik Nyaris Ricuh

332
RDP Laporan Suku Kaku Tudik di ruang Komisi I DPRD Belu

Goberita.id. Komisi I DPRD Belu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait laporan suku Kaku Tudik dari di Desa Bauho Kecamatan Tasifeto Timur. Dalam laporan suku Kaku Tudik menyebutkan seseorang bernama Charles Mapi dan kelompoknya menebang pohon jati di atas tanah suku Kaku Tudik. RDP tersebut hampir saja ricuh dan tidak dilanjutkan. Pasalnya pertengkaran terjadi sebab kedua pihak berbeda versi cerita tentang siapa yang menanam dan kepemilikan jati tersebut hingga saat ini.

RDP ini dilaksanakan diruang Komisi I pada Jumad 13 Agustus 2021, dipimpin ketua Komisi I DPRD Belu, Benedictus Manek, dan hadir sejumlah anggota komisi, Camat Tastim, Kepala Desa Bauho, serta perwakilan kedua pihak yang bersengketa.

Baca Juga:  Kadis Nakertrans Belu: Pelapor Dan PT Naviri Sama-Sama Keliru

RDP awalnya berjalan normal. Kondisi mulai ribut dan tak terkontrol terjadi saat kedua pihak diberikan kesempatan menjelaskan status jati yang ada di atas tanah tersebut. Adu mulut dengan suara keras tak terhindari dan hampir saja kontak fisik. Kondisi ini berlangsung sekitar 5 menit, namun dapat di leraikan, situasi kembali aman dan sidang dilanjutkan lagi

Ketua Komisi I DPRD Belu, Benedictus Manek, atau akrabnya dipanggil Beny usai sidang mengatakan bahwa persoalan ini sejatinya diselesaikan ditingkat Pemerintah Desa dengan melibatkan unsur Adat didalamnya.

Baca Juga:  Manek Junior Lapor Dianiaya, Kuasa Hukum Waty: Itu Haknya, Tapi Kalau Klien Kami Yang Dilapor Kami Akan Buktikan

” Dua belah pihak masing-masing memberikan data, bukti yang tidak singkron, tahun kepemilikan yang berbeda-beda, akhirnya kita serahkan kembali ke Pemerintah Desa, difasilitasi oleh Camat supaya diselesaikan secara adat dan bisa disaksikan ketua-ketua suku yang lain,” Jelas Beny

Walau demikian menurut Beny, DPRD akan tetap mengawal penyelesaian persoalan warga ini.

” Kita akan kontrol terus penyelesaian di tingkat desa, kita minta waktu penyelesaian DPRD diundang,” Tandas Beny.

Untuk diketahui, RDP ini dilaksanakan berdasarkan laporan perwakilan suku Kaku Tudik pada tanggal 29 Juli 2021. Suku Kaku Tudik merasa dirugikan karena pohon jati dengan ukuran besar dan tua di tanah sukunya ditebang oleh Charles Mapi, Cs. Penebangan pohon jati ini berlangsung selama lima hari. Pihak suku Kaku Tudik sempat melaporkan ke Pemerintah Desa setempat agar dihentikan kegiatan penebangan tersebut. Dalam laporan disebutkan terjadi saling caci-maki dan unjuk senjata tajam di tempat kejadian. menghindari terjadinya konflik lebih jauh dan bisa menyebabkan pertumpahan darah antara kedua pihak maka suku Kaku Tudik melalui perwakilannya menyurati DPRD Belu agar diklarifikasi persoalan tersebut dan akhirnya digelar hari ini. YP.

Comments

comments