Komisi I DPRD Belu Soroti Pelintas Batas Ilegal dan Minta Pemerintah Pusat Serius Sikapi Kinerja Aparat Perbatasan

661
Ratusan WNA Timor leste dipulangkan ke negaranya melalui PLBN Motaain.

Goberita.id. Pelintasan ratusan warga negara Timor Leste melalui jalur ilegal dan legal menuai kritik pedas berbagai kalangan. Pasalnya, dunia dan negara ini sedang dalam keadaan sakit akibat ganasnya pandemi global covid 19. Abaikan kondisi pandemi ini mirisnya, disaat yang sama Kabupaten Belu kebobolan pintu batasnya dengan masuknya ratusan warga Timor Leste. Walaupun perbatasan adalah kewenangan Pemerintah Pusat namun fenomena ini juga menjadi perhatian serius DPRD Belu terkhusus Komisi I. Sorotan Komisi I menyasar pada kinerja gabungan instansi terkait di perbatasan. Diduga pula adanya kerjasama yang menyebabkan pelintasan ilegal ini sampai terjadi.

Kritik dan pernyataan ini disampaikan ketua Komisi I DPRD Belu, Benedictus Manek, SE (20/08) pagi ini.

Menurut Beny negara telah mengeluarkan kebijakan tentang arus keluar masuk barang dan orang melalui jalur darat laut dan udara. Bepergian antar wilayah di Indonesia saja setiap pelaku perjalanan wajib melewati proses pemeriksaan kesehatan yang ketat dan mengantongi hasil test PCR dan menunjukan kartu tanda telah divaksin. Kasus pelintasan ilegal ini menurut Beny sudah kerap kali terjadi di pintu batas RI-RDTL.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Member Listya Dewi Arisol Duga Laporan Terhadap Kliennya Upaya Hindari Masalah Sebenarnya

“Masuknya pelintas batas ilegal dari Timor Leste ke Indonesia bukan hal baru, Ini berulangkali terjadi hampir setiap tahun dan ini tidak bisa dibiarkan apa lagi disaat pandemi covid 19 seperti sekarang ini, “Ungkap Beny nama akrabnya Ketua Komisi I DPRD Belu.

Beny menambahkan bahwa adanya keterlibatan oknum aparat perbatasan dalam meloloskan pelintas ilegal ini.

“Akan sangat riskan bagi kita semua dan disinyalir mereka bukan saja melewati jalur tikus, tapi ada oknum yang meloloskan masuk ke NKRI melalui pintu perbatasan disini perlunya sinergitas semua aparat dipintu perbatasan, “Tandas Beny.

Baca Juga:  Diduga Sempat Nginap Di Perbatasan, Pemdes Silawan Telusuri Kontak Fisiknya Pasien Covid Timor Leste.

Katanya lagi, “Kalau hanya 5 atau 10 orang Ok lah tapi kalau sudah sampai ratusan saya pikir Pemerintah Pusat harus menaruh perhatian khusus pada aparat kita di pintu perbatasan, Ibaratnya kalau lagi berperang kita sudah kebobolan banyak sekali, bayangkan ada ratusan pihak lawan yg menyusup masuk ke wilayah kita, “Ujar Beny.

Terkait kinerja aparat batas ini, Politisi muda NasDem ini malah pesimis bahwa kejadian ini tidak terulang lagi.

“Ini tidak bisa kita biarkan terus menerus, percaya atau tidak tahun depan di bulan yang sama fenomena ini akan terulang lagi pelintas batas ilegal ini yang akan masuk ke NKRI dengan jumlah ratusan orang, kalau ini terjadi terus menerus seperti ini saya rasa aparat kita harus bertanggungjawab, “Pungkas Beny.

Baca Juga:  Update Data Covid Kabupaten Belu Terbaru Per Jumad 6 Agustus

Untuk diketahui , Sebelumnya tepatnya Senin malam (09/08/2021) Tim gabungan dari Kepolisian Resort (Polres) Belu berhasil melakukan aksi penangkapan 113 pelintas batas ilegal WNA Timor Leste. 10 hari kemudian, Kamis (19/08/2021), sebanyak 328 warga Timor Leste yang tidak memiliki dokumen kembali ditemukan di wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL. Pelintas ilegal ini dipulangkan kembali ke TL oleh pihak imigrasi melalui Pos Lintas Batas Negara.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments