Perkara Santy Taolin VS Kristina Lasakar PN Atambua Putuskan Ne Bis In Idem, Santy Menang

1562
Kuasa Hukum Santy Taolin, Helio Moniz de Araujo, SH, usai menerima putusan PN Atambua.

Goberita.id. Perkara Santy Taolin (ST) VS Kristina Lasakar (KL), Pengadilan Negeri (PN) Atambua Putuskan Ne Bis In Idem atau kembali kepada keputusan sebelumnya yang telah berkekuatan hukum tetap.

Putusan PN Atambua bernomor 6/Pdt.G/2021/PN.Atb yaitu perkara antara penggugat, ST dan tergugat 1 KL, tergugat 2 Ervina Taolin (ET), tergugat 3 Hani Oktaviani Taolin (HT), berbunyi menolak gugatan santy. Penolakan gugatan santy ini sebab pengadilan memutuskan bahwa perkara ini sudah ada putusan sebelumya dan telah berkekuatan hukum tetap, tidak dapat diadili lagi atau asas hukumnya ne bis in idem. Adapun dalam putusan sebelumnya pengadilan menolak gugatan Kristina, Ervina dan Hani, artinya Santy menang. Demikian pula dengan putusan baru ini berbunyi pengadilan tidak bisa mengadili gugatan yang sama dan sudah inkracht.

“Putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap maka putusan ini tidak bisa diadili ulang lagi, jadi gugatan santy tidak diterima itu karena sudah ada putusan sebelumnya yang sudah tetap apalagi yang mau diadili, baik tanahnya, orangnya maupun dalilnya tentang hak kepemilikan. Sedangkan Eksepsi Kristina lasakar diterima dengan putusannya nebis in idem atau pengadilan kembali memperkuat putusan sebelumnya, “Jelas Kuasa ST, Helio Moniz de Araujo, SH di PN Atambua pada Kamis (19/08) usai menerima salinan putusan perkara tersebut.

Baca Juga:  Munculnya Makhluk Ghaib Bermata Empat Gegerkan Warga Haliwen

Ne bis in idem yang dimaksudkan dalam Perkara ini sebab perkara ini telah berproses sebelumnya menurut Helio, waktu itu kliennya Santy sebagai tergugat.

“Pokok perkara ini sebelumnya sudah ada putusan yaitu putusan nomor 13 di PN atambua dan nomor 155 di pengadilan tinggi, putusan waktu itu menyatakan menolak gugatan Kristina Lasakar, Ervina Taolin dan Hani Taolin secara keseluruhan, artinya Santy menang. Setelah putusan Santy menang di pengadilan tinggi mereka (tergugat) tidak melakukan kasasi atau putusan itu telah mendapat kekuatan hukum tetap, “Papar Helio.

Katanya lagi, “Terakhir mereka melaporkan ke Polres katanya putusan kepada Santy belum berkekuatan hukum tetap maka polres menetapkan santy tersangka, kami mengajukan gugatan praperadilan tetapi hakim praperadilan memutuskan penetapan tersangka sudah sah karena penetapan tersangka sudah memenuhi dua alat bukti, soal alat bukti itu benar atau salah bukan ranahnya praperadilan. Maka kami terima putusan praperadilan, setelah itu kami ajukan gugatan satu kali lagi karena para tergugat Kristina lasakar dan kedua anaknya ini mengatakan putusan ini belum berkekuatan hukum tetap, kami ajukan dengan perkara nomor 6 sekarang dan putusan pengadilan menolak eksepsi seluruhnya kecuali eksepsi nebis in idem artinya putusan ini pada perkara yang sudah ada putusan hukum sebelumnya dan telah berkekuatan hukum tetap.”

Baca Juga:  DPD Golkar Belu Serahkan APD Bagi Tenaga Medis RSUD Atambua

Menurut Helio putusan saat ini sifatnya positif artinya putusan yang sudah mengikat kalau putusan negatif itu artinya putusan yang belum ada pertimbangan pada pokok perkaranya. Karena putusan positif jadi putusan nomor 6 ini hanya memperkuat putusan sebelumnya.

Helio meminta Pihak polres juga sudah harus tahu bahwa laporan sebelumnya yang menyatakan belum berkekuatan hukum tetap dan melaporkan santy ke polres itu ternyata keliru karena putusan baru ini juga mengatakan bahwa putusan sebelumnya sudah berkekuatan hukum tetap jadi perkara ini yang memenangkannya adalah santy.

“Putusan sekarang ini hanya memperkuat dan membenarkan putusan sebelumnya, maka penafsiran yang berbeda satu dengan lain selama ini saya minta dihentikan kita hormati karena sudah ada putusan. Jadi kepada pengacaranya atau pihak lain yang suka sekali main media dan gertak-gertak, tidak usalah seperti itu, kita hormati putusan ini dan penetapan tersangka oleh polres belu atas dasar keterangan saksi-saksi dan ahli yang menyatakan belum berkekuatan hukum tetap dengan putusan ini maka semua sudah selesai, “terangnya.

Helio menjelaskan bahwa semua sudah sesuai tujuan gugatan kliennya karena itu putusan ini akan menjadi rujukan untuk langkah hukum berikutnya. Ditanyakan soal kesiapan apabila kemungkinan pihak tergugat melakukan banding Helio menyatakan itu hak hukum tiap orang.

Baca Juga:  Di Naitimu Belu NTT Baliho Paslon SEHATI Yang Jatuh Diperbaiki Timsus SAHABAT

“Terserah itu hak hukum tapi sejauh ini, di Republik ini, belum pernah terjadi pengadilan mengadili putusannya sendiri yang sudah berkekuatan hukum tetap, “Tutup Helio.

Diberita sebelumnya, Santy Taolin didampingi 3 kuasa Hukumnya, Helio Monis De Araujo, Kornelius D. Talok, dan Ferdinand Bae, resmi melaporkan Kristina Lasakar ke Polres Belu, Rabu (19/08/2020). Menurut salah satu Kuasa Hukum santy, Kornelius Talok, pihaknya melaporkan karena kliennya dirugikan oleh terlapor dengan cara merusaki bangunan rumah menggunakan Alat berat (Exavator).

Tak terima, Kristina yang adalah ibu kandung Santy dan kedua saudari Santy, Ervina dengan Hanny juga melapor balik Santy dengan tuduhan tindak pidana “Penggelapan dan pemalsuan akta autentik” sebagaimana Laporan Polisi Nomor: LP/ 146/ VIII/ RES 7.4/ 2020 Tanggal 28 Agustus 2020. Lalu Polres Belu melakukan penyidikan sebagaimana Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprindik/ 42/ X/ 2020 Reskrim Tanggal 12 Oktober 2020 jo. Surat Perintah Penyidikan Lanjutan: Sprindik_Lan/ 45/ X/ 2020 Reskrim Tanggal 26 Oktober 2020 sebagaimana tertuang dalam Surat Panggilan Nomor: SP/ 01/ I/ 2021/ Reskrim Tanggal 04 Januari 2021. Saat itu Santy dipanggil selaku tersangka dalam perkara penggelapan dan pemalsuan akta authentiek. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments