Pasca Putusan PN Atambua, Kuasa Hukum Santy Taolin Ajukan Permohonan SP3

385
Salinan Permohonan SP3 Kepada Kapolres Belu.

Goberita.id. Kuasa Hukum Santy Taolin, Helio Moniz de Araujo, mengajukan Surat permohonan Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas dugaan tindak pidana “pemalsuan/ penggelapan” atas nama Santy Taolin sebagai tersangka. Permohonan SP3 ini diajukan pasca putusan Pengadilan Negeri Atambua bernomor 06/Pdt.G/2021/PN.Atb terkait perkara sengketa warisan antara Santy Taolin Vs Kristina Lasakar dimana pengadilan memutuskan bahwa kembali pada putusan sebelumnya yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Kita hormati putusan ini dan penetapan tersangka oleh polres belu atas dasar keterangan saksi-saksi dan ahli yang menyatakan belum berkekuatan hukum tetap dengan putusan ini maka semua sudah selesai, “Ujar Helio usai mengantar Permohonan SP3 ke Polres Belu (30/08).

Adapun kronologi pelaporan hingga penetapan tersangka sampai adanya permohonan ini adalah sebagai berikut:
Bahwa pada 17 Maret 2016, Kristina Lasakar (ibu kandung Santy Taolin) dengan Ervina Taolin dan Hanny Taolin (adik kandung Santy Taolin) mengajukan gugatan perdata “tuntutan pembagian tanah warisan” yang dikuasai oleh Santy Taolin sebagai Tergugat dengan Register Perkara Nomor: 13/ PDT. G/ 2016/ PN. ATB juncto pengadilan tingkat banding pada Pengadilan Tinggi Kupang dengan Register Perkara Nomor: 155/ PDT/ 2016/ PT. KPG dengan amar putusan:

Mengadili, Menerima permintaan banding dari Kuasa Hukum Pembanding/ semula Tergugat;

Dalam eksepsi, Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Atambua Nomor: 13/ Pdt. G/ 2016/ PN. Atb Tanggal 16 Agustus 2016 yang dimintakan bandingnya tersebut;

Mengadili sendiri, Menolak gugatan Terbanding I, II, dan III semula Penggugat I, II, dan III; dalam konvensi dan rekonvensi:
Menghukum Penggugat I, II, dan III Konvensi/ Tergugat I, II, dan III Rekonvensi untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam kedua tingkat peradilan yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp. 150.000,00.-

Baca Juga:  Ketua Golkar Belu: Saya Mohon Semua Pihak Tahan Diri

Bahwa putusan tingkat banding Pengadilan Tinggi Kupang No. 155/ PDT/ 2016/ PT. KPG telah berkekuatan hukum tetap karena pihak Kristina Lasakar dkk tidak mengajukan kasasi.

Bahwa berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, Santy Taolin balik nama Setifikat pada Kantor Pertanahan Kabupaten Belu dari semula a.n. Dominggus Taolin (ayah) menjadi a.n. Santy Taolin pada 13 Juli 2020.

Bahwa pada 28 Agustus 2020, Kristina Lasakar melaporkan dugaan “penggelapan dan pemalsuan sertifikat tanah” sebagaimana Laporan Polisi No. LP/ 146/ VIII/ RES.7.4/ 2020 selanjutnya Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprindik/ 42/ X/ 2020 Reskrim Tanggal 12 Oktober 2020 lebih selanjutnya lagi Surat Perintah Penyidikan Lanjutan: Sprindik_Lan/ 45/ X/ 2020 Reskrim Tanggal 26 Oktober 2020.

Bahwa menurut keterangan Pelapor dan keterangan Ahli pihak Pelapor, balik nama Sertifikat diduga “penggelapan dan pemalsuan” karena belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas perkara tanah yang dikuasai Santy Taolin, karena menurut mereka ada kerancuan antara pertimbangan hukum dengan putusannya.

Bahwa pihak Santy Taolin melalui kami, kuasanya, kemudian mengajukan praperadilan atas penetapan status tersangka kepada Santy Taolin dengan alasan tidak sah karena telah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, akan tetapi hakim praperadilan menolak gugatan praperadilan dengan pertimbangan penapatan status tersangka Santy Taolin telah memenuhi syarat minimum dua alat bukti.

Baca Juga:  Lagi Ansy Lema serahkan bantuan aspirasi motor air dan alat semprot ke Kelompok Tani di Tasbar dan Raimanuk.

Bahwa guna mengakhiri multi tafsir dengan alasan karena putusan adalah produk pengadilan dan pengadilan sendiri yang bisa memberikan penafsiran, perubahan maupun pembatalan terhadap putusannya sehingga Santy Taolin melalui kami, kuasanya, kembali mengajukan gugatan perdata ulang kepada pengadilan agar mandapat keputusan baru demi kepastian hukum.

Bahwa gugatan perdata Santy Taolin tersebut dengan pokok perkara yang sama dengan objek yang sama serta pihak-pihak yang sama dengan perkara sebelumnya Nomor: 13/ Pdt. G/ 2016/ PN. Atb jo. Nomor: 155/ PDT/ 2016/ PT. Kpg dan terdaftar pada Pengadilan Negeri Atambua di bawah Register Perkara Nomor: 6/ Pdt. G/ 2021/ PN. Atb (terlampir) dengan Santy Taolin sebagai Penggugat dan telah ada putusan pengdilan “menyatakan gugatan Penggugat/ Santy Taolin tidak dapat diterima karena “nebis in idem” yakni atas perkara yang sama, objek yang sama, pihak yang sama, telah ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya dalam eksepsi Halaman 48 Angka 2. Eksepsi Nebis In Idem, menyatakan “Mejalis Hakim berpendapat eksepsi yang diajukan kuasa para Tergugat yaitu Tergugat I, Tergugat II, dan Tergugat III di atas pada pokoknya adalah eksepsi mengenai res judicata atau exceptio res judicata atau exceptie van gewijsde zaak atau nebis in idem atau keberatan karena terhadap perkara a quo sudah pernah diputus dan telah berkekuatan hukum tetap atau eksepsi tentang suatu perkara yang telah pernah diajukan dan telah ada putusan hukum yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (in cracht van gewijsde) maka tidak boleh lagi diajukan gugatan baru untuk memperkarakannya kembali” selanjutnya Halaman 50 Angka 2.

Baca Juga:  Terkesan Arogan dan Tidak Menghargai Pekerja Media, Pena Batas Sesalkan Sikap Bupati Agus Taolin

Terhadap perkara terdahulu telah ada putusan Hakim yang berkekuatan hukum tetap, majelis hakim kembali menyatakan, “Bahwa Majelis Hakim berpendapat telah ada Putusan Pengadilan Tinggi Nomor: 155/ Pdt/ 2016/ PT. Kpg telah berkekuatan hukum tetap (incracht van gewijsde) sehingga dalam perkara ini telah ada putusan hakim yang telah tetap dan putusan hakim yang bersifat positif sehingga apa yang disengketakan telah bersifat “litis finiri opertet” yakni perkara yang disengketakan telah berakhir dengan tuntas.”

Bahwa dengan adanya putusan ini, tidak ada lagi perkara hukum tanah warisan antara Pelapor a.n. Kristina Lasakar dengan Terlapor a.n. Santy Taolin karena telah jelas atas perkara yang sama baik dengan perkara sebelumnya maupun dengan laporan pihak Kristina Lasakar dkk telah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, yang sudah sepatutnya menyudahi segala silang pendapat/ multi tafsir tentang status hukum tanah yang dikuasai oleh Santy Taolin sesuai asas “litis finiri opertet/ tidak ada perkara yang tiada akhirnya”.

“Surat permohonan sudah kami sampaikan ke Kapolres, kami tanda-tangan di atas meterai secukupnya untuk mendapat pertimbangan hukumnya, “Tutup Helio.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments