Desa Kabuna Raih Juara I Kategori Perpustakaan Umum Desa Terbaik Se NTT

949
Adrianus Yoseph Laka, Kades Kabuna, saat menerima piala juara lomba perpustakaan desa se NTT.

Goberita.id. Pemerintah Desa Kabuna Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu meraih juara 1 kategori perpustakaan umum desa terbaik se Provinsi NTT. Desa Kabuna ditetapkan sebagai juara 1 pada lomba perpustakaan umum (Desa/Kelurahan) terbaik tingkat NTT tahun 2021 yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan NTT 24-25 Mei 2021 di Kupang.

Kepala Desa Kabuna, Adrianus Yoseph Laka, ditemui diruang kerjanya di Kantor Desa Kabuna (04/09) mengatakan bahwa Kabuna terpilih sebagai Perpustakaan Desa terbaik se NTT mewakili Kabupaten Belu. Sertifikat juara ini diserahkan oleh Kadis Kearsipan dan Perpustakaan NTT, Ir. Stefanus I. Ratu Oedjoe, MT.

“Dari 11 Desa Di Belu Kabuna menjadi juara perpustakaan desa se Kabupaten Belu, karena itu terpilih mewakili Belu ikuti lomba, “Ujar Kosta nama akrab Kades Kabuna.

Baca Juga:  Penampilan Penari Likurai Kabupaten Belu NTT Di Australia Batal Karena Covid-19

Kosta menjelaskan bahwa prestasi yang diraih Desa Kabuna tidak terlepas dari dukungan bantuan Perpustakaan Nasional.

“Fasilitas yang didapat 4 rak buku, 1000 judul buku, 1 unit komputer besar, 1 TV layar besar, 3 unit komputer kecil, 1 server internet dan printer, selain itu kita lengkapi sendiri, “Jelasnya.

Fasilitas ini serupa dengan yang dimiliki semua Desa, hanya saja katanya dalam penilaian Kabuna mampu mengerakan dan meningkatkan minat pembaca.

Menurut Kosta, Buku yang yang ada dengan berbagai judul dan kebutuhan pembaca serta usia. Perpustakaan Desa Kabuna bersifat inklusif yaitu pengujung tidak hanya membaca namun dapat mengaskses internet sebagai sumber informasi tentang segala hal.

Baca Juga:  Bupati Lay Umumkan Persiapan Kelengkapan Medis

Untuk kategori penilaian katanya dilihat dari beberapa aspek. “Perpustakaan harus mengubah prilaku, perpustakaan berdampak atau tidak, itu point paling pertama, yang kedua mampu menggerakan orang membaca karena saat ini budaya membaca masyarakat sudah menurun sekali, “urai Kosta.

“Kami siasati agar pengunjung datang dan membaca, kami putuskan dulu internet supaya lebih banyak membaca, pendamping perpustakaan Desa klasifikasikan pengunjung dari Paud, SD, SMP dan SMA. Mereka dibagikan tugas dan diajak bermain dan setelah itu boleh akses tugas dan informasi di internet, “Paparnya.

Baca Juga:  PPP Dukung Sahabat, Do Carmo: Siap Amankan Instruksi DPP

Lanjutnya, “Sebelum kami juara kami buka dua hari saja yaitu jumad dan sabtu, setelah juara tingkat Kabupaten dari Perpustakaan Provinsi lakukan pemeriksaan kami diminta buka setiap hari.”

Kosta mengharapkan perhatian Pemerintah Daerah untuk pengembangan Perpustakaan kedepan. Hal ini karena tingginya animo pembaca dimana sehari kisaran 50-60 orang pengunjung.

“Kami harapkan dukungan bangunan perpustakaan yang nantinya terintegrasi dengan kantor desa, kalau ada koleksi buku juga kami harapkan, kepada para orang tua di desa kabuna agar mengijinkan anak-anak belajar bersama di perpustakaan Desa kita setiap senin-sabtu jam 3 sampai jam 6 sore, “Pungkasnya.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments