Mediasi Sengketa Tanah Depan Bandara Haliwen, Kedua Pihak Inginkan Perdamaian

530
Kuasa Penggugat Ferdi Bae (berbatik) dan Kuasa Tergugat, Lukas Nikolaus Mau (Keki ASN) usai mediasi di PN Atambua terkait sengketa tanah Bandara Haliwen.

Goberita.id. Pengadilan Negeri Atambua menggelar Mediasi kedua sengketa tanah depan bandara haliwen, Manumutin, antara ahli waris almarhum Zakarias Maukura (Penggugat) dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (Tergugat). Penggugat menawarkan ganti rugi dengan besaran nilai per meter persegi. Tawaran ganti rugi dari penggugat ini akan menjadi pertimbangan Gubernur selaku tergugat satu.

Gubernur NTT melalui kuasanya Kabag Hukum Provinsi NTT, Lukas Nikolaus Mau, usai mediasi di ruang mediasi Pengadilan Negeri Atambua (06/09) hari ini mengatakan bahwa Pemprov pada dasarnya menginginkan persoalan diselesaikan melalui jalur damai.

Baca Juga:  Keuskupan Atambua Berduka Lagi setelah Pemakaman Romo Maxi

“Dalam perkara perdata ini, kalau bisa diselesaikan atau damai ditingkat mediasi itu lebih bagus daripada kita lanjut terus kemudian ada yang menang dan ada yang kalah, “Ungkap Lukas

Menurutnya hasil mediasi hari ini terutama tawaran ganti rugi akan disampaikan kepada Principal atau tergugat I Gubernur NTT, untuk mendapatkan pertimbangan lebih lanjut.

Baca Juga:  Bantuan Uang 7,5 Juta Tidak Diketahui Sumbernya, Warga Belu Sedang Ditipu?

“Ada penawaran dari pihak penggugat harga per meter persegi, namun dokumen itu akan kami sampaikan kepada principal yaitu Gubernur, “Katanya

Lukas menjelaskan bahwa pihaknya akan terus membangun komunikasi dengan kuasa penggugat terkait penawaran ini sebelum tanggal mediasi ketiga yaitu senin depan (13/09).

Kuasa penggugat, Ferdinand Bae, ditempat yang sama mengatakan bahwa pihaknya juga mempunyai harapan yang sama.

Baca Juga:  Hari Kelima RSUD Atambua Layani Pasien Pakai KTP, Apa Saja Kendalanya?

“Dengan adanya niat bermediasi kembali maka kami menyambut baik dan kami akan membuat resume perhitungan dengan luas tanah dan syarat-syarat pembayarannya dan kami akan segera ajukan sebelum mediasi berikutnya, “Ujar Bae.

Hal ini kata Bae demi mempercepat proses perdamaian kedua pihak. “Semoga ada perdamaian dalam waktu dekat ini, “Tandasnya. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments