Tak Sesuai RAB, Atap SDK Wehor Dibongkar Ulang

681
lima ruangan SDK Wehor Kabuna yang dibongkar ulang atapnya karena tidak sesuai RAB.

Goberita.id. Tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) atap lima bangunan SDK Wehor, Desa Kabuna, dibongkar dan dikerjakan ulang. Pembongkaran ini sebab seharusnya tiang penyanggah atap atau lata seng yang harusnya dalam RAB menggunakan baja ringan ternyata dipakai kayu balok.

Pekerjaan tersebut sempat dihentikan Kepala Sekolah SDK Wehor, Daniel Bau, setelah mengetahui dalam RAB bukan kayu melainkan baja ringan. Pekerjaan ini dikerjakan CV Sinar Geometry beralamat di Sesekoe, Kelurahan Umanen. Sumber dana dari APBD, kegiatan pengelolaan pendidikan sekolah dasar, sebesar RP. 492.299.999,99. Dengan jenis pekerjaan rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal beserta perabotnya 5 ruang SDK Wehor. Durasinya kerja 100 hari kalender terhitung dari 27 juli-04 november 2021.

Baca Juga:  Belu Raih WTP Berturut-Turut, Dampak Pada Keuangan Daerah Semasa Pandemi Covid dan New Normal ( Wawancara Ekslusif dengan Penjabat Sekda Belu)

Mulanya menurut Dan Bau, dirinya mengusulkan dua ruangan kelas karena sudah rusak berat. Usulannya dilayani. Namun karena anggaran yang dialokasikan sisanya cukup besar sehingga dianjurkan konsultan dan PUPR agar rehab lagi ruangan lainnya.

Dan Bau mengungkapkan dirinya tidak pernah bertemu dengan pimpinan CV Sinar Geometry hingga saat ini. RAB juga baru diketahui belakangan ini dari tukang.

Baca Juga:  Perkara Santy Taolin VS Kristina Lasakar PN Atambua Putuskan Ne Bis In Idem, Santy Menang

“Dari awal kerja saya tidak tau RAB nya, setelah mereka sudah atap saya minta RAB di tukang sepintas saja saya liat ternyata pakai baja ringan bukan kayu balok, “Ungkap Dan Bau saat ditemui, selasa (07/09).

Lanjutnya, “Saya lihat di RAB kan kuda-kudanya baja ringan, tapi konsultannya bilang bukan itu penyanggah plafon, loh besar-besar begini bagaimana penyanggah plafon. Setelah dicek ternyata semua baja ringan,”ujarnya.

Karena tidak menggubris, Dan Bau sempat menghentikan pekerjaan.”Saya suruh tukang berhenti kerja, akhirnya dinas PPO dan PUPR datang dan mereka juga perintahkan bongkar ulang dan pakai baja ringan, “Jelasnya.

Baca Juga:  Saling Lapor Manek Junior dan Waty Lopes Berakhir Damai

Pantauan media, aktivitas proyek sedang berjalan saat ini. Kayu dan atap seng sudah dibongkar. Dua ruang kelas mulai dipasang rangka lata seng menggunakan baja ringan. Sedangkan dua ruangan yang rusak berat belum dikerjakan, menurut Dan Bau sesuai usulannya dan dalam RAB wajib dibongkar temboknya dan dipasang ulang. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments