NasDem Belu Laksanakan Lagi 1000 Vaksin Gelombang Ke II

151
Ketua DPD Partai NasDem Belu, Jhon Tannur.

Goberita.id. DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Belu melaksanakan lagi kegiatan vaksinasi. Ini merupakan vaksin pertama di gelombang ke II dengan target sebanyak 1000 orang. Dikatakan Gelombang ke II sebab sebelumnya 23-24 Agustus 2021 NasDem Belu telah melaksanakan vaksin gelombang I di Naekasa dan Manleten dengan jumlah 1000 peserta. Pada vaksin gelombang kedua ini NasDem langsung menyasar ke akar rumput atau masyarakat kecil di beberapa titik wilayah Belu.

“Ini hari ketiga NasDem Belu laksanakan vaksin, hari pertama di Asulait Desa Sarabau, kedua di Desa Fatubaa, hari ini di Bortetuk, besok di Takirin dan hari ke lima nanti di Atambua Selatan, “Papar Ketua DPD NasDem Belu, Jhon Tannur (JT), disekretariat NasDem (15/09) siang ini.

Baca Juga:  Bupati Apresiasi Vaksin Program Yellow Clinic Golkar Belu

JT menjelaskan bahwa waktu vaksin gelombang ke I dilaksanakan di tingkat kecamatan. Namun kali ini Partainya memutuskan untuk melaksanakan langsung di desa-desa sehingga bisa menyentuh dan mendekatkan masyarakat dengan pelayanan vaksin. NasDem bermitra dengan Pemda dalam hal ini Dinas Kesehatan Belu untuk pelaksanaan percepatan vaksin bagi warga Belu ini.

Kata JT, Jenis vaksin baik gelombang ke I dan II adalah Sinovac dan ini merupakan tahap pertama dengan jumlah peserta 1000 orang sehingga totalnya saat ini 2000 orang yang sudah di vaksin oleh NasDem Belu.

Baca Juga:  Data Covid-19 Terbaru dan Sebarannya di Kabupaten Belu

Menurut JT, NasDem akan terus membantu Pemerintah dan masyarakat agar pada oktober nanti target 90% warga Belu telah divaksin tercapai.

“Kalau semua sudah vaksin Level PPKM bisa turun, kita lihat angka kematian covid juga menurun, NasDem akan terus bergiat untuk membantu Pemerintah dan mencintai masyarakat, “Ungkapnya.

Dirinya juga menghimbau agar masyarakat tidak kuatir datang ke tempat layanan kesehatan untuk divaksin. Sebab katanya, dengan vaksin dapat melindungi diri dari pandemi covid ini.YP.

Comments

comments