Mengapa Kita Perlu Menjadi Peserta JKN-KIS ?

171
Asisten Deputi, Direksi BPJS Kesehatan Bali, NTT dan NTB, Nyoman Wiwiek Yuliadewi (ujung kiri) saat memaparkan materi JKN -KIS.

Goberita.id. Mengapa kita perlu menjadi peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)? Ada tiga fungsi JKN-KIS yang menjadi jawaban atas pertanyaan diatas yaitu fungsi Perlindungan, Gotong-royong dan Kepatuhan.

Hal ini dipaparkan Nyoman Wiwiek Yuliadewi, Asisten Deputi Direksi BPJS Kesehatan wilayah Bali, NTT dan NTB pada diskusi media dan sosialisasi Pengelolaan Informasi Publik, hari ini (07/10) yang diikuti seluruh kantor cabang se Bali Nusra dan perwakilan media secara online dan offline. Sub tema sosialisasi adalah “Bersama Mengawal Implementasi Program JKN-KIS.”

Baca Juga:  26 Teroris Tertangkap, 19 orang Adalah Anggota FPI

Menurut Yuliadewi, fungsi perlindungan pada JKN-KIS adalah memberikan perlindungan bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain untuk mendapatkan jaminan kesehatan. Sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan dalam keluarga.

Sedangkan Gotong Royong, kata Yuliadewi, dengan menjadi peserta JKN-KIS maka setiap peserta yang sehat akan bergotong-royong menolong yang sakit. Dengan taat membayar maka terbentuknya rasa kepedulian terhadap sesama yang terkena musibah.

Baca Juga:  Theodorus Manehitu Juang : Willy Lay dan Ose Luan masih Layak Memimpin Kabupaten Belu.

Fungsi Kepatuhan jelas Yuliadewi berkaitan dengan ketaatan dan kepatuhan setiap warga negara untuk mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS sesuai yang diamanatkan dalam perundang-undangan dan akan mendapatkan prosedur pelayanan kesehatan.

Untuk diketahui, cakupan kepesertaan JKN-KIS wilayah Bali, NTT dan NTB sampai dengan September 2021 sebanyak 13.010.359 jiwa atau mencapai 85,80% dari total penduduk 15.163.957 jiwa. Dengan demikian masih terdapat 2.153.598 jiwa penduduk yang belum memiliki jaminan kesehatan. YP.

Comments

comments