Rencana Pinjaman Daerah Sekda Belu Sebut Nominal Akan Sesuai Penilaian dan Kebutuhan

198
Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si.

Goberita.id. Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si, memastikan bahwa kabupaten Belu akan melakukan pinjaman ke BANK. Pinjaman ini untuk akselerasi pelaksanaan pembangunan. Jumlah atau nominal pinjaman belum diketahui. Sebab nominal akan diketahui berdasarkan penilaian indikator-indikator dan sesuai kebutuhan.

Hal ini disampaikan Sekda Belu setelah melaksanakan kegiatan di DPRD Belu (22/10) hari ini.

“Nominalnya nanti kita hitung ya, itu ada indikatornya antara lain rata-rata realisasi Pendapat Asli Daerah (PAD), rata-rata kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” papar Yap nama akrab Sekda Belu.

Baca Juga:  Fraksi Gerindra dan Demokrat Belu Soroti Pengurangan Uang JPS Dari 6.577 KPM

“Indikator-indikator yang dihitung, nanti hasilnya jadi pinjaman daerah maksimal. Maksimal pinjaman daerah itu bupati, DPR akan menyepakati, katakan angkanya 10 tapi yang kita butuhkan untuk akselerasi 5 itu yang kita sepakati,” Sambungnya.

Menurut Yap, pinjaman daerah adalah langkah suatu daerah untuk percepatan atau akselerasi pembangunan diwilayah tersebut.

“Rencana pinjaman daerah ini sebenarnya bukan hal baru ya, karena pinjaman daerah itu sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan yang ditetapkan dengan peraturan Pemerintah dan peraturan presiden dan ada aturan teknisnya dari menteri keuangan, mendagri dan sebagainya. Kita kabupaten Belu menangkap peluang ini untuk mengakselerasi pelaksanaan pembangunan,” jelas Yap.

Baca Juga:  Update Data Covid Kabupaten Belu Terbaru Per Jumad 6 Agustus

Menurut mantan kadis Kominfo Belu ini, pihaknya telah menyurati DPRD terkait rencana pinjaman ini.

“Kita belum sebut angka, secara ijin prinsip kita surati, pinjam itu sudah pasti. Pinjaman ini juga bagian dari penilaian kinerja Pemerintah Daerah. Kalau kinerja pemerintah baik maka akan mendapat kepercayaan,” pungkas Yap.YP.

Comments

comments