Walau Gagal Masuk SMA Pradita Dirgantara Solo, Niat Joni Jadi TNI Semakin Menggelora

1941
Yohanes Ande Kala, Joni Bocah penyelamat bendera di PLBN Motaain yang saat ini telah tumbuh dewasa.

Goberita.id. Publik Indonesia mungkin masih ingat Yohanes Ande Kala alias Joni, Bocah cilik penyelamat bendera merah putih saat 17/08/2018, upacara HUT RI terpadu di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Desa Silawan, Kabupaten Belu. Diluar perkiraan tali pengikat bendera terputus dan tersangkut diujung tiang sebelum pengibaran Bendera. Dengan sigap dan alamiah tanpa disuruh Joni spontan memanjat tiang bendera dan meraih tali tersebut. Ketika itu Joni duduk di kelas I SMPN Silawan. Aksi heroik Joni ini mendadak viral dan mendapat perhatian Presiden RI, Jokowidodo dan berbagai pihak.
Joni bersama kedua orangtuanya diundang ke Istana Negara dan duduk satu meja bersama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kala. Jokowi menanyakan cita-cita Joni kelak, “ingin jadi Tentara,” Jawab Joni polos.

Sore hari ini (23/10) Joni menuturkan bahwa Bulan Juli 2021 dirinya mengikuti test masuk SMA Pradita Dirgantara . SMA ini pernah didatangi Joni tahun 2018 bersama Ny. Nanny Hadi Tjahjanto (Ibu Panglima TNI). SMA Pradita Dirgantara merupakan sekolah unggulan binaan TNI AU melalui Yayasan Ardhya Garini yang terletak di komplek Lanud Adi Sumarno, Solo, Jawa Tengah. Namun Joni dinyatakan tidak lulus seleksi. Hal itu tidak membuat Joni kecewa, justru semangatnya menjadi anggota TNI semakin menggelora.

Baca Juga:  PN Atambua Gelar Sidang Perdana Sengketa Hibah Tanah Haliwen

“Kami ditest pengantarnya yaitu bahasa Inggris, IPA dan Matematika, test kesehatan, saya tidak lolos di test IQ,” Jelasnya.

Joni mengakui bahwa peserta test dari sekolah lainnya memiliki keunggulan diatasnya. “Saya akui peserta dari SMP yang ternama di Indonesia, mereka punya fasilitas pendidikan yang jauh diatas kita di perbatasan sehingga waktu test kelihatan sekali mereka lebih siap dan unggul,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dengan Air Mata Mencari Keadilan Hukum Bagi Paulus Tanmenu

Joni saat ini terdaftar sebagai pelajar SMAN I Atambua kelas IPA. Dirinya berterimakasih kepada Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, yang memberikan tabungan beasiswa perbulan baginya hingga tamat SMA. Juga terimakasihnya kepada PLN yang memberikan beasiswa hingga sarjana nanti.

Meski ada kemudahan kuliah, Joni tetap bertekad menjadi anggota TNI setelah tamat SMA nanti. “Saya ingin jadi Tentara, dengan jadi Tentara saya bisa menjaga kedaulatan di Batas Negara kita,” ujar Joni yang rumahnya tepat berbatasan antara RI dan Timor Leste.

Walau sudah dijanjikan akan diberikan garansi atau kemudahan masuk TNI, Joni ingin nazarnya menjadi prajurit di istana negara waktu itu tetap diingat Presiden dan Panglima TNI.

Lingkungan Baru Joni Saat Ini

Sudah hampir dua bulan semenjak masuk sekolah di SMAN I Atambua, Joni tinggal di barak TNI Kompi B Yonif 744/SYB. Dilingkungan baru saat ini Joni yang 10 Oktober kemarin berusia 17 tahun mengenal lingkungan prajurit dan kehidupan.

Baca Juga:  Social Distancing vs Love Distancing

“Saya senang sekali di Barak Kompi B 744, Saya diberikan tempat tinggal, ada ruang belajar, setiap hari aktivitas saya bangun pagi, bersihkan lingkungan tempat tinggal, ke sekolah, sore olahraga lari sore dan main bola voli, belajar dan istirahat. Saya selalu makan bersama Bapak Lettu Reja, Komandan Kompi B, beliau orangnya baik sekali,” tutur Joni penuh semangat.

Katanya lagi, ” lingkungan ini membuat saya makin tertarik masuk TNI, setelah tamat nanti saya berusaha masuk Akademi Milliter, semoga niat saya ini didengar dan direstui bapak Presiden dan Bapak Panglima yang sekarang atau nanti yang menggantikan beliau,” pungkasnya.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments