Permintaan Tak Dituruti, Proyek Sabuk Merah Perbatasan di Belu Diblokir Warga

213
Pemblokiran proyek jalan sabuk merah perbatasan oleh warga (Foto: Media Kupang).

Goberita.id. Proyek jalan sabuk merah perbatasan yang sedang dikerjakan melintasi dusun Nanaet Duabesi ke arah Lookeu, Kecamatan Tasifeto Barat, Belu, diblokir warga setempat. Warga meminta agar pekerjaan tersebut dihentikan sementara waktu.

Aksi blokir jalan itu dilakukan warga Dusun Fatubesi pada Selasa 26 Oktober 2021. Aksi tersebut membuat proyek tersebut tak tuntas.

Proyek jalan sabuk merah sektor timur di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Twnggara Timur (NTT), Perbatasan RI-Timor Leste yang saat ini tengah dikerjakan terancam tak tuntas.

Tokoh Pemuda setempat, Adriano Halek kepada wartawan mengatakan bahwa pihaknya memblokir jalan tersebut lantaran kecewa atas permintaan warga Dusun Fatubesi yang tak bisa dipenuhi.

Permintaan warga Fatubesi kata Adriano hanya meminta agar jalan masuk dalam perkampungan dusun Fatubesi dibangun dengan trial (uji coba) hotmix.

Baca Juga:  TPU Masmae Kembali Dimakamkan Jenazah, Ini Pasien Covid ke 12 Dalam Bulan Juli

“Pekerjaan sabuk merah sementara kerja saluran di stopkan,” tandas Adriano melalui telepon selulernya (26/10) malam.

Terkait permintaan warga tersebut menurut Adriano sudah disampaikan ke pemerintah melalui Sekda Belu dan Bupati Belu.

“Dua minggu lalu masyarakat, tua adat dan Ketua Suku menghadap Sekda atas arahan Bupati, waktu itu di ruangan Sekda menghadirkan Kabag Pembangunan. Kesepakatannya nanti bersama dengan kami supaya ada waktu turun survey supaya nanti trial hotmix itu masuk dalam kampung Dusun Fatubesi A,” jelas Adriano.

Adriano menggambarkan bahwa Kampung dan warga Dusun Fatubesi berada persis di bibir perbatasan. Pihaknya hanya menuntut trial hotmix di jalan kampung Fatubesi karena jalan dari sepanjang Fatubesi arah Lookeu itu lewat perkebunan masyarakat dan pihaknya rela untuk serahkan.

Baca Juga:  Bupati Belu: Dibutuhkan Orang-Orang Yang Satu Irama dan Satu Frekuensi Dengan Pimpinan

“Kami serahkan cuma-cuma, permintaan masyarakat hanya satu, trial hotmix masuk Fatubesi A,” tandasnya.

“Tadi mereka datang, bilang tidak jadi, yang datang Kabag Pembangunan dan staf PU, yang staf PU dia yang terkesan menolak katanya tidak pas kalau trial hotmix masuk di sini. Datang survey kok langsung ambil keputusan tidak bisa, padahal kami sudah ketemu Sekda atas perintah Bupati. Makanya kami tersinggung dan tidak puas jadi blokir jalan. Besok kami blokir lagi,” sambungnya.

Jelasnya pihaknya kecewa karena jalan masuk dalam kampung Fatubesi kurang lebih 800 meter. Setiap kali ada pembangunan jalan dari Halilulik-Fatubesi tapi sampai hari ini Fatubesi jalan tidak dibangun.

“Proyek sabuk merah yang dikerjakan PT SKM itu dihentikan karena jalan yang ke arah Lookeu itu juga mungkin tinggal 200 meter sudah hotmix semua. Tapi kok hanya trial masuk ke Fatubesi A saja tidak bisa,” ujarnya.

Baca Juga:  Sedang Laksanakan Program Unggulan Gubernur NTT, Bupati Belu Disalahkan Tidak Hadir RDP

Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE. M.Si ketika dikonfirmasi Media Kupang membenarkan adanya pertemuan tokoh masyarakat, ketua suku dan masyarakat Dusun Fatubesi bersama dirinya.

“Benar mereka sudah ketemu saya, sudah ada tindaklanjutnya. Bupati bersurat ke balai jalan untuk tindaklanjutnya,” jelas Sekda Belu yang kerap disapa Yap.

Saat ini menurut Sekda Belu, Pemerintah menunggu respon dari Balai jalan karena permintaan Pemda Belu jalan Fatubesi masuk dalam sabuk perbatasan. “Kita minta itu masuk dalam sabuk perbatasan. Panjangnya kurang lebih 700-800 meter,” tandasnya.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments