Rilis Data Covid dan 15 Lubang Kubur Kosong Yang Digali Pemda Belu

226
15 Kuburan Kosong yang disiapkan Pemda Bagi Warga Belu di TPU Masmae. Foto diambil per 24/09/2021.

Goberita.id. Satgas Covid Belu merilis data terbaru terkait perkembangan kasus per Sabtu, (29/10). Pasien terkonfirmasi Covid sejumlah 2 orang sehingga kasus aktif menjadi 13 orang. Yang dirawat di RSUD sebanyak 4 orang. Dikarantina terpusat nihil, sedang isolasi mandiri terdapat 9 orang. Musim hujan telah tiba. Lantas bagaimana kondisi 15 lubang kubur kosong yang digali Pemda Belu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Masmae. 15 lubang kubur kosong tersebut dipersiapkan Pemda bagi warga Belu yang meninggal akibat pandemi covid.

Koordinator Pemakaman Jenazah pasien covid, Satgas Covid Belu, Balthasar Bouk, ketika dikonfirmasi hari ini (31/10) berkaitan dengan lubang yang dilepas menganga, berapa yang sudah digunakan, bagaimana dengan kondisinya sebab saat ini musim hujan, bungkam dan enggan berkomentar. Pesan Whatsapp telah dibaca namun tak dibalas.

Baca Juga:  Pemda Belu Kurangi Bantuan JPS Dari 300 Jadi 150 Ribu Per KPM

Untuk diketahui, Pemda Belu melalui BPBD Belu yang adalah bidang pemakaman jenazah pasien covid telah diduga menggunakan dana covid menggali 15 lubang kosong untuk penguburan jenazah pasien covid. Lubang tersebut menuai kontroversi dan kritik oleh berbagai pihak.

Kritik tajam itu diantaranya oleh ADPRD Belu dari Fraksi Golkar, Manek Rofinus. Menurut Manek ada tiga hal yang menjadi catatan dirinya bagi Pemda Belu yaitu; Kebijakan penyiapan kubur 15 yang dibiarkan menganga adalah pemborosan dana Covid, melanggar adat-istiadat orang Belu dan sudah ada kebijakan kuburan tidak lagi terpusat sehingga 15 kuburan kosong sangatlah banyak.

Baca Juga:  Prestasi Pemerintahan Sebelumnya, Pemkab Belu Kembali Raih WTP Ketiga Kalinya

“Dari sisi anggaran ini kan pemborosan, kan orang belum meninggal kenapa harus ada penggalian makam lebih dahulu, itu kan membuang anggaran covid yang sudah disiapkan, “Kritik Rofinus melalui telponnya (25/09) lalu.

“Kita di Belu ini kan orang meninggal satu jam mau dikuburpun kuburan bisa disiapkan, kenapa ini gali 15 lubang dan buat menganga begitu, dalam kebudayaan dan adat istiadat kita hal ini pemali, ini sama saja kita undang covid untuk terus masuk ke Belu dan makan korban karena lubang kuburan yang menganga seperti itu pasti minta korban terus menerus. Harus dilakukan pemulihan adat untuk tutup kembali lubang yang terlanjur digali, yah seperti dikubur pisang atau adat lainnya yang penting secara adat bisa selamatkan warga kita, “tandas Manek. YP.

Comments

comments