Penerangan Jalan Tak Nyala, Warga Aksi Bakar 7000 Lilin, Ini Tanggapan Plt Kadishub Belu

1948
Plt. Kadishub Belu, Siktus Pareira.

Goberita.id. Sudah hampir seminggu ruas jalan utama di kota Atambua gelap gulita. Pasalnya, Lampu jalan dari Nenuk-hutan jati sampai pusat kota Atambua, jalur Haliwen dan Umanen serta kantor daerah padam total. Alasan tak nyala ini sebab Pemda Belu belum mengisi pulsa pada meteran yang ada. Hal ini memantik reaksi publik. Warga lalu menggelar bakar 7000 batang lilin sepanjang ruas jalan dua jalur nenuk, selasa (02/11) malam. Salah satu warga belu, Viki Nahak, mengatakan pembakaran seribu lilin tersebut sebagai protes atas ketidakmampuan Pemerintah menangani masalah listrik. Viki dan teman-temannya mempertanyakan kemana anggaran pengisian pulsa lampu jalan tersebut.

Baca Juga:  Rawan Kebakaran di Puncak Kemarau, BPBD Ingatkan Hindari Prilaku Ini !

Plt Dinas Perhubungan Belu, Siktus Pareira, selaku instansi teknis yang menangani penerangan jalan, ketika ditemui (03/11) hari ini membenarkan bahwa betul lampu jalan yang disebutkan tak nyala dan belum dilakukan pengisian pulsa namun hal itu tidak ada kaitan dengan refocusing atau defisit APBD saat ini.

“Uang ada, sudah ditetapkan di paripurna APBD perubahan, 150 juta untuk isi pulsa, 50 juta untuk suku cadang seperti balon rusak, kerusakan dan lain-lain. Setelah penetapan APBD kemarin, kita sudah ajukan ke bagian keuangan dari dua minggu lalu, sekarang mereka (baca: Bag. Keuangan) masih lihat kembali seluruhnya, sementara proses dan melengkapi dokumennya,” papar Siktus.

Baca Juga:  Politisi PDI Perjuangan Apresiasi Willy Lay dan Ose Luan. GO. PDIP BELU.

Siktus menegaskan bahwa anggaran pengisian ulang tidak ada hubungannya dengan kondisi keuangan daerah saat ini. “Tidak ada kaitan dengan refocusing atau defisit, anggaran ada, tinggal saja tanda tangan TAPD, diproses dan kita lakukan pengisian ulang pulsa, dan pulsa ini nanti kita isi sampai dengan bulan pebruari tahun 2022,” tandas Siktus.

Menurut Siktus, persoalan saat ini dan menjadi protes masyarakat adalah ketika proses dikeuangan untuk pengisian pulsa tersebut sementara berjalan, pulsa lampu jalan tersebut habis. “kita ajukan dua minggua lalu setelah paripurna APBD perubahan, sementara proses pulsa habis, itu yang jadi titik masalahnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Belu Apresiasi Kerja DPRD Pantau Posko Covid

Pengisian pulsa untuk penerangan jalan ini menurut mantan Camat Kakuluk Mesak ini,
membutuhkan biaya yang lumayan besar. “inikan bukan isi 100 atau 200 ribu, tapi pengisiannya dalam partai besar, contohnya jalan protokol nenuk, itu watt nya besar sehingga tidak mungkin kita isi 1-2 juta, itu sekali isi 10 jutaan,” urai Siktus.

“Tapi sekali lagi uangnya ada dan setelah diproses keuangan segera kita lakukan pengisian, tunggu saja satu dua hari kedepan,” pungkasnya. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments