Warga Perbatasan RI -RDTL Unjuk Rasa dan Sebut “Mulut Manis Menhan, Masyarakat Kakuluk Mesak Jadi Korban”

263
Unjuk Rasa Warga Perbatasan RI-RDTL di Gedung DPRD Belu. Ada spanduk yang menyebutkan Kemenhan Prabowo Subianto untuk merespon tuntutan tersebut.

Goberita. Id. Puluhan warga Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT melakukan unjuk rasa guna menyampaikan tuntutan terhadap pihak Universitas Pertahanan (Unhan) Ben Mboi yang berada di wilayah desa Fatuketi. Selain berorasi warga membawa sejumlah spanduk yang menyebutkan, “Mulut Manis Menhan, Masyarakat Kakuluk Mesak Jadi Korban, Keadilan jangan dikebiri, Menteri Pertahanan Jangan Ingkar Janji. Kami Indonesia, Kami Manusia bukan boneka. Bapak Presiden Jokowi Dengar Suara Kami, Copot oknum-oknum yang merusak jabatan dari Kementerian Pertahanan dan NKRI Harga Mati, Kembalikan Tanah Leluhur kami, Stop tipu-Tipu”.

Warga perbatasan tersebut tergabung dalam Forum Masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu, mendatangi kantor DPRD (11/11) .

Unjuk rasa ini karena anak-anak warga Kakuluk Mesak sebagai pemilik lahan tak diakomodir untuk bekerja sebagai karyawan outsourcing di Kampus Politeknik Unhan.

Baca Juga:  Mencapai Indonesia UHC, 2024 BPJS Kesehatan Targetkan Kepesertaan JKN 98%

Warga juga mempertanyakan kuota anak-anak Kakuluk Mesak yang mendaftar diri dan kuliah di Unhan. Menurut pendemo, pada proses rekruitmen kali lalu kuota bagi putera-putri dari Kakuluk Mesak tidak diakomodir sesuai kesepakatan bersama antara pihak Unhan dan pemilik lahan.

Selengkapnya berikut tuntutan masyarakat Pemilik Tanah:
1. Kami seluruh Elemen Masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak menyatakan dan mendesak pihak Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk meninjau ulang proses perekrutan mahasiswa, karyawan dan atau pekerja pada Universitas Pertahanan di Wilayah Kabupaten Belu, karena tidak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.

2. Kami seluruh elemen masyarakat Kakuluk Mesak dengan tegas meminta: Menteri Pertahanan hadir di Kabupaten Belu untuk menyelesaikan polemik ini. Bapak Mayor Jenderal Agus Nugroho, dkk staf ahli Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk mengembalikan surat kesepakatan konsultasi publik yang telah disepakati bersama para Tokoh Masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu.

Baca Juga:  Buntut Kasus Penyelundupan Harley Davidson Dari Timor Leste Tangisan Anak Istri Menghantar Paulus Tanmenu Ke Lapas

3. Kami seluruh elemen masyarakat Kakuluk Mesak dengan tegas meminta agar pihak Universitas Pertahanan (UNHAN) lebih terbuka dan transparan dalam memberikan pelayanan pendidikan di wilayah Kabupaten Belu, pada umumnya dan wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak pada khususnya.

4. Kami seluruh elemen masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak dengan tegas meminta pihak pemerintah dan DPRD Kabupaten Belu untuk segera sikapi polemik ini 5 kali 24 jam demi menjaga Martabat Daerah Kabupaten Belu.

Baca Juga:  Bupati Belu Jatuhi Sanksi Berat, Lima Pejabat Eselon II Dicopot Jabatan

Dibagikan akhir tuntutan tersebut ada penegasan yang berbunyi: Demikian pernyataan sikap ini kami buat dan segera di tindak lanjuti 7 kali 24 jam. Jika tidak maka kami seluruh masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran serta memblokir Kampus Universitas Pertahanan (Unhan) Belu.

Perwakilan Pengunjuk rasa diterima Wakil ketua I DPRD, Yohanes Jefri Nahak, ketua Komisi III, Yohanes Djuang dan anggota DPRD Belu lainnya. Walau sempat bersitegang namun ada kesepakatan bersama bahwa DPRD Belu akan mengundang pihak Unhan dan Dandim Belu untuk mengklarifikasi bersama masyarakat.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments