Gagalnya Pinjaman Daerah Yang Diajukan Pemda Belu, Cypri: Kau Yang Memulai, Kau Pula Yang Mengakhiri

1989
Wakil ketua II DPRD Belu, Cypri Temu (Foto:Ist).

Goberita.id. Rencana peminjaman Pemda Belu sebesar 200 Miliar ke Bank NTT dalam rangka akselerasi pembangunan telah gagal. Item rencana pinjaman tersebut telah ditarik Pemerintah dan tidak lagi termuat dalam Kebijakan Umum Anggaran- Perencanaan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) penyesuaian tahun 2022. Dengan demikian pinjaman tidak lagi menjadi salah satu agenda yang akan dibahas.

Wakil Ketua II DPRD Belu, Cypri Temu, siang ini (13/11) memulai dengan kalimat, “Kau Yang Memulai, Kau Pula Yang Mengakhiri,” sewaktu menjawab konfirmasi media ini melalui telpon selulernya.

Kalimat itu diperjelas Cipry bahwa Pemerintah yang awalnya mengajukan rencana pinjamam tersebut. Namun ketika akan dibahas pada sidang paripurna persetujuan, Pemerintah pulah yang tidak lagi berniat melanjutkan dan sendiri mengakhiri rencananya.

Cypri lalu menuturkan kronologis gagalnya rencana pinjaman daerah tersebut.

Baca Juga:  Manek Junior Lapor Dianiaya, Kuasa Hukum Waty: Itu Haknya, Tapi Kalau Klien Kami Yang Dilapor Kami Akan Buktikan

“DPRD bukan menolak, DPRD sudah selesai dalam rapat banggar dan sudah terima. Lalu kan harus dibawa ke sidang paripurna persetujuan. Waktu itu pada senin (08/11) malam, yang hadir DPRD tidak memenuhi Kuorum. Bupati menunggu sekitar 2 jam marahlah Bupati, Bupati tersinggung sepertinya,” tutur mantan Ketua Pemenangan Paslon Sehati pada Pilkada 2020 lalu ini.

Walau demikian kata Cypri, pihaknya tetap menginisiasi agar rencana pinjaman tersebut bisa tetap dibahas lebih lanjut.

“Karena tidak memenuhi kuorum, Besoknya selasa (09/11) kami agendakan rapat pimpinan fraksi dan pimpinan alat kelengkapan untuk mempersiapkan pembahasan ulang. Dalam rapat pimpinan alat kelengkapan dan pimpinan Fraksi bersama pimpinan DPRD, sebelum kita masuk ke pinjaman daerah kita minta konfirmasi ulang ke ketua TAPD dalam hal ini Sekda, ketika ditelpon oleh salah satu unsur Pimpinan, Sekda mengatakan terkait Pinjaman, Pa Bupati tidak mau lagi dan dibatalkan. Dari hasil konfirmasi itu maka kami mengatakan kita tidak perlu membahas lagi pinjaman daerah karena Pemerintah tidak mengajukan lagi,” urai Cypri.

Baca Juga:  Kembali Dari Daerah Zona Merah Pemdes Kabuna Minta Kios Gerbang Jaya Tutup Sementara

Lanjutnya, “Jadi DPRD tidak menolak rencana pinjaman daerah, kalau menolak pasti tidak diterima di rapat banggar sebelumnya, langkah berikutnya ke rapat paripurna persetujuan saat itulah Pemerintah mundur.”

Karena Pemerintah tidak mengajukan lagi rencana pinjaman maka menurut Cipry DPRD wajib membuat surat.

“Dari hasil konfirmasi ke Sekda itu maka DPRD harus membuat surat untuk melengkapi administrasi DPR karena sudah melalui rapat banggar, kita tidak bisa stop diam-diam, maka diputuskanlah dalam rapat itu kita tidak menerima pinjaman daerah, dengan alasan pemerintah tidak mengajukan lagi tapi kami tidak memuatnya disurat lagi karena memang Pemerintah tidak ajukan lagi,” Papar Politisi NasDem ini.

Baca Juga:  PAN Dukung Sahabat, Donatus Lau: PAN Konsisten Untuk Sahabat

“Jadi, kau yang memulai, kau pula yang mengakhiri, bukan DPRD yang menolak,” tandasnya.

Terkait salah satu alasan DPRD bahwa besaran pinjaman tidak sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, Cipry mengatakan bahwa pihaknya telah mengkonsultasikan ke Pemprov NTT.

“Ketua DPRD konfirmasi ke Provinsi dalam hal ini Kaban Keuangan Provinsi NTT, Zakarias Moruk, dari penjelasan Kaban, Pemda Belu tidak bisa meminjam uang sebesar 200 miliar, dengan metode perhitungan provinsi Belu hanya bisa mencapai pinjaman 160 Miliar,” tutupnya. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments