Sekda Belu: Pemda Punya Kemampuan Pinjaman Sampai 400 Miliar

221
Tabel Analisa Komulatif Perhitungan Pinjaman daerah. Jumlah Pendapatan Umum Daerah 2020 da n besaran Pinjaman 2021 (ist.)

Goberita.id. Rencana pinjaman daerah oleh Pemda Belu ke Bank NTTsebesar 200 miliar telah gagal. Pasalnya, rencana tersebut harus ada mendapat persetujuan DPRD Belu, namun kandas sebelum tahap pembahasan di paripurna persetujuan DPRD Belu. Pemerintah telah melakukan perhitungan dan memenuhi syarat fiskal serta lainnya dan berdasarkan kriteria menurut PP 56 tahun 2018, kemampuan pinjaman daerah bisa mencapai 400 miliar Rupiah.

Demikian disampaikan Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si, melalui pesan Whatsappsnya (13/11) siang ini.

“Kalau hitungan pemerintah, berdasarkan kriteria PP 56/2018, kita sangat mampu. Bahkan kemampuan pinjam bisa sampai dengan 400 Miliar, sama seperti perhitungan bank NTT. Indikator DSCR (Debt Service to Coverage Ratio) diatas ambang batas minimum yang ditetapkan yaitu mencapai 3%,” Jelas Sekda Belu yang akrab disapa Yap ini.

Baca Juga:  Mediasi Sengketa Tanah Hibah Haliwen Gagal, Apa Sebabnya?

Yap mengatakan pihaknya telah melalui kajian dan hitungan serta analisa rencana penggunaannya.

“Tentu ketika pemerintah mengajukan pernyataan minat ke bank NTT dan permohonan persetujuan DPRD, Pemerintah sudah punya hitung-hitungan dan analisa sesuai regulasi, termasuk untuk apa saja, rencana penggunaan pinjaman tersebut, jangka waktu pinjaman dan asumsi suku bunganya. Dari semua itu, pemerintah sangat capable,” urainya.

Baca Juga:  Kadis Nakertrans Belu: Pelapor Dan PT Naviri Sama-Sama Keliru

Menurutnya, semua syarat telah terpenuhi hanya rencana Pemda tersebut tidak bisa terus dilanjutkan dan masuk dalam KUA-PPAS penyesuaian 2022 sebab tidak disetujui DPRD.

“Syarat kapasitas fiskal sudah terpenuhi. Syarat masuk dalam RPJMD sudah. Syarat masuk dalam RKPD sudah. Syarat masuk dalam KUA-PPAS yang belum karena tidak disetujui DPRD. Syarat berikutnya adalah persetujuan kemendagri, tetapi harus ada persetujuan DPRD dulu,” papar Yap.

Dari tabel analisa komulatif pinjaman daerah, besaran Pendapat Umum Daerah (PUD) tahun 2020 adalah Rp. 556.262.678.369, sehingga 75% dari PUD maka besaran pinjaman daerah mencapai Rp.424. 697.006.776.

Baca Juga:  Talisuma: Mau Ubah Apa di Masa 3,5 Tahun? Sahabat Sudah Berbuat Tapi Tidak Puji Diri

Terkait pinjamanan daerah, diberita sebelumnya (22/10) Yap menggambarkan bahwa pinjaman daerah adalah langkah suatu daerah untuk percepatan atau akselerasi pembangunan diwilayah tersebut.

“Rencana pinjaman daerah ini sebenarnya bukan hal baru ya, karena pinjaman daerah itu sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan yang ditetapkan dengan peraturan Pemerintah dan peraturan presiden dan ada aturan teknisnya dari menteri keuangan, mendagri dan sebagainya. Kita kabupaten Belu menangkap peluang ini untuk mengakselerasi pelaksanaan pembangunan,” kata Yap. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments