Buang Sine: Cukup 1 Pertanyaan Kepada R Maka Akan Diketahui Ada Pelaku Lain

3095
Bincang santai Buang Sine dan Youtubers Djo Sukardan di Channel Youtube Pasiar Oto/Youtube/Tangkapan layar

Goberita.id. Anggota Tim Pencari Fakta Indenpenden (TPFI), Buang Sine, mengatakan bahwa untuk mengetahui apakah Randy Badjideh bukan pelaku tunggal pada kasus pembunuhan Astrid Manafe dan Lael Maccabe maka cukup dengan 1 pertanyaan kepada Randy.

Hal ini disampaikan Buang Sine saat ngobrol santai dalam mobil bersama Djo Sukardan di  youtube pasiar oto channel dengan judul ‘Jalan-jalan ke Penkase bersama om Buang Sine’, Selasa, 4 Januari 2022.

Menurut Buang Sine, penyidik Polda tinggal menunjukan hasil otopsi kepada Randy dan menanyakannya.

“Pertanyaan itu, kita tunjukan bukti forensik atau hasil otopsi kepada R, kita bacakan kepadanya, inilah hasil otopsi, apakah benar, kalau dia bilang hasil otopsi itu benar, berarti diapun (keterangan Randy sebelumnya) salah,” ujar Buang Sine

Baca Juga:  Survey Membuktikan Bahwa PDI Perjuangan Masih Menempati Urutan Pertama. GO. PDIP BELU

Sebab katanya Astrid mengalami luka serius tengkorak kepala atas, tengkorak kepala belakang, rusuk sebelah kiri dan alat gerak tubuh.

Dengan demikian katanya, keterangan Randy bahwa mencekik Astrid hingga tewas adalah salah.

Lanjutnya, apabila Randy membenarkan hasil otopsi maka pertanyaannya siapa yang membuat luka di kepala dan lainnya selain dileher yang sudah diakui Randy bahwa dirinya yang mencekik Astrid.

Tapi kalau Randy mengatakan bahwa dirinya hanya mencekik, maka seolah-olah dokter di laboratorium forensik yang salah menyebutkan hasil otopsi.

Baca Juga:  Kawula Muda NTT, Sayang Keluarga Pakailah Masker dan Ikutilah Protokol Kesehatan

Katanya,  apabila Randy setelah ditunjukan hasil otopsi dan mengatakan bahwa tidak tahu maka dengan sendirinya  semua keterangan  sebelumnya tidak benar sebab Randy sebetulnya tidak tahu.

“Tiga jawaban bermasalah untuk dia (Randy) maka kasus yang sebenarnya muncul seperti yang kami sudah tahu,” jelas Buang Sine

“Cerita atau kronologis yang sebenarnya sudah ada dalam rekaman, mudah-mudahan Bapak Kapolda dapat melihat video kesaksian 2 orang di Flesdisk,” sambungnya.

Buang juga menuturkan tentang seorang saksi, diduga SM,  yang inbox melalui Facebook.

Baca Juga:  Jarak Sosial Cegah Korona. Pasar Baru Atambua Belu NTT Sepi, Pedagang dan Pengojek Keluhkan Pendapatan

“Saksi yang inboks itu ada, awal-awalnya tanggal 6 inboks minta tolong beta, disitu dia sempat cerita pelaku berapa orang, pelakunya kawan sekolah beta (kawan Saksi), setelah itu dua hari kemudian anggota Polsek pi periksa dia di Rote, entah hasilnya seperti yang dia inbox ke beta atau lain beta sonde tau,” urainya

SM, menurut Buang Sine menjadi saksi penting. Buang menyimpan rekaman percakapan antara dirinya dengan SM yang isinya menceritakan bahwa pelaku lebih dari 2 orang dan 1 pelaku ada di Rote. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments