Hari Pembunuhan  Astrid Lael Dilarang Liput, Aliansi Sebut Rekonstruksi Diskenariokan

376
Bincang kasus pembunuhan Astrid dan Lael di Channel Pasiar Oto Youtube, koordinator aliansi, Christo Kolimo, dan youtubers Djo Sukardan.

Goberita.id. Larangan peliputan wartawan pada  Rekonstruksi pembunuhan Astrid Manafe dan Lael Maccabe pada hari pertama, 21 desember 2021 diduga diskenariokan. Hari pertama ini dinilai sangat penting sebab hari pembunuhan Astrid Lael.

Hal ini diungkapkan Koordinator Umum Aksi Damai Aliansi Peduli Kemanusiaan, Christo M.T Kolimo, S.Th, yang dilihat hari ini Sabtu, 15 Januari 2022,  pada acara bincang santai di channel youtube Pasiar oto yang dipandu Djo Sukardan.

“Jadi memang ini skenario betul-betul, ini semakin meyakinkan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan disini, waktu rekonstruksi kenapa hari pertama itu dilarang dan hari kedua baru tidak dilarang, karena hari pertama itu dimana hari pembunuhan,” ujarnya

Baca Juga:  Pengisian Sekda Belu Mengacu Pada Perengkingan

“hari kedua kan sudah langsung dibawah ke penkase, beli ini beli itu, penguburan, itu bagi kami penambahan dari yang terjadi tetapi yang paling penting itu hari pertama, dan itu memang dimainkan,” papar Christo Kolimo.

Menurut Christo, pelarangan wartawan meliput dicurigai bukan keinginan pribadi atau spontanitas oknum polisi.

“Saya tidak percaya sama sekali dengan oknum kepolisian yang  melarang karena keinginan sendiri, atau melarang karena spontanitas, tidak mungkin, didalam kepolisian itu keputusannya hirarki, dari atas turun kebawah, tidak mungkin sama sekali anggota kepolisian mengambil tindakan yang akan menyebabkan keresahan publik, tidak mungkin, apalagi melarang peliputan,  melarang wartawan,” jelas Christo.

Baca Juga:  Manek Junior Lapor Dianiaya, Kuasa Hukum Waty: Itu Haknya, Tapi Kalau Klien Kami Yang Dilapor Kami Akan Buktikan

Pihaknya yakin ada sesuatu yang terjadi dan disembunyikan dari publik.

“Semakin membuat kami bertambah yakin bahwa sesuatu sedang terjadi,” tandasnya.

Adapun pembunuhan sadis ibu dan anak ini telah menetapkan tersangka yaitu Randy Badjideh.

Motif pembunuhan ini mengalami perubahan dimana awalnya Randy disebutkan membunuh Astrid karena emosi melihat astrid mencekik Lael. Jadi Randy dikenakan dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa.

Baca Juga:  Luar Biasa ! Jokowi Respon Surat Bupati Lay, Listrik 59 Dusun di Belu Akan Ditangani

Lalu saat ini Polisi menyebutkan Randy membunuh Astrid  sebab ingin mengakhiri hubungan.

Randy dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider 338 dan UU Perlindungan anak.

Diketahui, Aliansi peduli kemanusiaan kasus Astrid Lael yang dipimpin Christo ini terhitung sudah 4 kali melalukan  aksi jalanan menuntut proses hukum yang terang benderang dan ditemukannya pelaku lainnya. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments