Meningkatnya Kasus Covid, Bupati Belu Keluarkan Instruksi Berisi 8 Point

584
Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Wabup, drs. Aloysius Haleserens, Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si, saat Rakor Satgas Covid Belu terkait PPKM Level III, Rabu, 02 Maret 2022, yang kemudian dikeluarkannya instruksi Bupati tentang pembatasan Aktivitas masyarakat/ Eli Mali/Dinas Kominfo.

Goberita.id. Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, mengeluarkan instruksi Bupati yang berisi 8 point sebagai langkah taktis pencegahan penularan Covid 19 di dalam Masyarakat. Hal ini sebab penyebaran dan peningkatan kasus covid di Kabupaten Belu akhir-akhir ini angkanya cukup tinggi.

Dalam salinan  yang diterima media ini  instruksi bernomor: Satgas/07/III/2022 tentang pembatasan aktifitas dalam masa pandemi covid 19 di Kabupaten Belu yang ditetapkan pada Jumad 4 Maret 2022 di tanda tangan Wakil Bupati Belu, Drs Aloysius Haleserens, MM,  tersebut memuat 8 point utama.

Instruksi Bupati tersebut ditujukan kepada Masyarakat Kabupaten Belu, Pimpinan Intansi Pemerintah Daerah, vertikal, BUMN dan BUMD. Pimpinan Ormas, Agama, Adat, Pemuda, Wanita dan lainnya, para camat dan Kepala Desa/Lurah se Kabupaten Belu.

Baca Juga:  25 OTG di Belu Berada di 5 Kecamatan. Ini Sebarannya.

Ini 8 Point yang wajib menjadi perhatian semua pihak yang disebutkan dalam Instruksi tersebut:

1. Melarang semua aktivitas pesta yakni, pesta pernikahan, pesta ulang tahun, pesta perayaaan dan syukuran, pesta/acara adat dan pesta-pesta yang diselenggarakan oleh perorangan maupun kelompok, organisasi masyarakat atau badan usaha, yang berpotensi menimbulkan keramaian dan kerumunan.

2. Melarang semua aktivitas olahraga yang dapat menimbulkan keramaian baik diruangan terbuka maupun diruangan tertutup.

3. Aktivitas di tempat kedukaan dibatasi kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan/tenda duka, dan persemayaman jenasah diupayakan paling lama 2×24 jam.

Baca Juga:  Dua Pejabat Eselon II di Belu Dinonjob, Bupati dan Sekda Belu Jelaskan Alasannya

4. Rapat-rapat dinas yang melibatkan masyarakat dilakukan secara terbatas, kehadiran peserta paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan
pengetatan protokol kesehatan dan diawasi secara langsung oleh Satgas Covid-19.

5. Pelaksanaan peribadatan di rumah-rumah ibadah dilakukan dengan
pengetatan protokol kesehatan dengan kehadiran umat paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan/ tempat ibadah.

6. Apel awal bulan Maret khusus untuk instansi pemerintah Lingkup
Pemerintah Kabupaten Belu dan apel awal minggu yang semula dilaksanakan terpusat dikantor Bupati ditiadakan dan dilaksanakan di unit kerja masing-masing dengan penerapan Protokol Kesehatan Covid-19.

Baca Juga:  Pemprov NTT Beri Penegasan Kepada Bupati Belu, Ini Penjelasan Zaka Moruk

7. Para camat agar melakukan pengawasan pelaksanaan intruksi ini dengan mengaktifkan Satgas Covid-19 di Kecamatan masing-masing dan
melaporkan pelaksanaan instruksi ini kepada Bupati Belu selaku Ketua
Satgas melalui Sekretaris Daerah selaku Sekretaris Satgas.

8. Instruksi ini berlaku sejak tanggal 4 Maret 2022 sampai 18 Maret 2022.

Adapun terkait kasus covid beberapa hari terakhir terlihat mengalami lonjakan. Data satgas per Jumad 04 Maret 2022, terdapat 221 orang terkonfirmasi positif covid, 1 orang sembuh dan 1 lainnya meninggal dunia. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments